BERITAMUARA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Rahmat Darmawan menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pesta Laut di kawasan pesisir, sepanjang kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam pelestarian budaya maupun peningkatan perekonomian lokal.
Menurut Rahmat, kegiatan kebudayaan tetap perlu mendapat ruang di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Namun, pelaksanaannya harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial.
Ia mengaku hingga kini belum memperoleh informasi mengenai besaran anggaran yang disiapkan untuk penyelenggaraan Pesta Laut.
Meski demikian, secara prinsip dirinya mendukung kegiatan yang bertujuan menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat pesisir.
“Tentu seluruh kegiatan yang mendorong pelestarian adat dan budaya itu kita dukung, lah, seperti itu,” ucap Rahmat, Sabtu (10/10/2026).
Ia menjelaskan, setiap daerah memiliki tradisi dan kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Penyelenggaraan kegiatan budaya seperti Pesta Laut dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan sekaligus mewariskan tradisi tersebut kepada generasi berikutnya.
Karena itu, Rahmat menilai upaya pelestarian budaya tidak seharusnya terhenti akibat penyesuaian anggaran.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kegiatan tersebut dirancang agar tetap berjalan secara proporsional dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Dalam rangka mewarisi tradisi budaya tadi ke generasi selanjutnya, salah satunya itu tadi, untuk tetap melestarikan melalui event-event budaya. Kita tentu mendukung setiap langkah dan upaya itu,” katanya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang menghadapi tekanan akibat efisiensi dan pemangkasan sejumlah alokasi anggaran.
Situasi tersebut mengharuskan pemerintah lebih selektif dalam menentukan kegiatan yang akan dibiayai.
Menurut Rahmat, penyelenggaraan Pesta Laut harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran agar tidak mengesampingkan kebutuhan masyarakat lainnya.
Ia berharap kegiatan budaya tetap dapat terlaksana tanpa menimbulkan kesan pemborosan di tengah terbatasnya kemampuan fiskal daerah.
“Kita harus menyesuaikan dengan porsi anggaran yang tersedia. Karena memang kita sekarang sedang efisiensi, kemudian banyak anggaran-anggaran yang terpangkas,” jelasnya.
Rahmat menegaskan, pola penyelenggaraan kegiatan yang hanya menonjolkan seremoni perlu dikurangi.
Sebaliknya, pemerintah dan pihak penyelenggara harus lebih mengutamakan kegiatan produktif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah potensi perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, acara yang mampu menghadirkan banyak pengunjung semestinya juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh manfaat ekonomi.
Dengan demikian, keberhasilan Pesta Laut tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pelestarian tradisi dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Jadi, hal-hal yang sifatnya produktif, nilai ekonominya ada, dan tentu mendorong perputaran ekonomi di tengah-tengah masyarakat, lah, efek domino dari setiap event yang berlangsung, apalagi event-event yang mengumpulkan banyak orang,” pungkas Rahmat. (adv/ptr)