Rahmat Darmawan Dukung Pengembangan Perajin Tempe Muara Jawa

Anggota DPRD Kukar Dapil IV Rahmat Darmawan bersama para perajin tempe Muara Jawa. (Istimewa)

BERITAMUARA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Dapil IV Rahmat Darmawan mendukung pengembangan usaha perajin tempe di Kecamatan Muara Jawa melalui bantuan peralatan produksi dan upaya mendorong kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen itu ditunjukkan Rahmat melalui kunjungan kerja ke sentra produksi tempe milik Sugeng di Kelurahan Muara Jawa Ulu.

Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung proses produksi sekaligus menyerap aspirasi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perajin dalam mempertahankan keberlangsungan usahanya.

Sebagai salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat, tempe memiliki pasar yang relatif luas.

Keberadaan perajin lokal juga berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Namun, di balik peluang tersebut, pelaku usaha masih menghadapi persoalan biaya produksi, terutama terkait ketersediaan dan harga kedelai sebagai bahan baku utama.

Ia mengatakan bahwa pasokan kedelai yang sulit diperoleh dengan harga stabil menjadi salah satu kendala dalam menjalankan usahanya.

Kondisi tersebut membuat perajin harus mempertimbangkan harga jual agar tetap terjangkau bagi konsumen tanpa mengorbankan keuntungan usaha.

Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi penyediaan bahan baku yang lebih mudah diakses dan memiliki harga relatif stabil.

Rahmat menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi perajin UMKM perlu mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan ekonomi daerah.

Ia berkomitmen membawa masukan dari lapangan ke dalam pembahasan bersama pemerintah kabupaten agar dapat ditindaklanjuti melalui program yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Setiap masukan dari pelaku UMKM di lapangan tidak akan berhenti sebagai catatan semata, melainkan akan dikawal serius dan dirumuskan menjadi program kebijakan nyata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pada waktu yang akan datang,” tegasnya, Rabu (14/10/2026).

Menurut Rahmat, stabilitas harga bahan baku merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha kecil.

Ketika harga kedelai mengalami kenaikan, perajin berpotensi menghadapi tekanan biaya yang dapat memengaruhi margin keuntungan maupun kemampuan mempertahankan harga jual.

Karena itu, ia menilai dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan peralatan, tetapi juga perlu disertai upaya mencari solusi atas kendala produksi yang berlangsung secara berulang.

Sebelum melakukan kunjungan tersebut, Rahmat telah memberikan bantuan berupa peralatan penunjang produksi kepada perajin tempe.

Bantuan itu ditujukan untuk membantu meningkatkan efisiensi kerja serta mendukung kualitas dan kuantitas produksi tempe.

Ia juga ingin dukungan peralatan dapat membantu perajin menjaga kebersihan proses produksi sehingga produk yang dihasilkan semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Bagi Rahmat, penguatan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha.

Dengan dukungan yang sesuai kebutuhan, perajin diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga mengembangkan kapasitas produksi dan memperluas peluang pasar.

Ia turut mengapresiasi para pelaku UMKM yang terus berupaya menjaga kemandirian ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan usaha.

Melalui dukungan peralatan, penyerapan aspirasi, dan dorongan terhadap kebijakan yang mendukung ketersediaan bahan baku, Rahmat berharap perajin tempe di Muara Jawa dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.

“Upaya ini sekaligus harapan memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv/ptr)