BERITAMUARA.COM – Fenomena viral nya sejumlah pejabat di Kaltim akibat kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat menjadi sorotan berbagai kalangan.
Kondisi ini sebagai momentum penting untuk melakukan refleksi, khususnya dalam menentukan pilihan pada setiap kontestasi politik.
Ketua Umum Keris Kaltim, Apriadi mengajak masyarakat untuk tidak sekadar melihat fenomena tersebut sebagai isu sesaat.
Pria yang karib disapa Apri itu menilai, peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga agar ke depan masyarakat lebih selektif dalam memilih pemimpin.
“Momentum ini harus kita jadikan refleksi bersama. Jangan sampai kita asal memilih tanpa mempertimbangkan rekam jejak dan kualitas calon pemimpin,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurut Apriadi, kondisi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari kesalahan dalam menentukan pilihan pada masa pemilu.
Ia menyebut masih banyak masyarakat yang mudah terpengaruh oleh janji-janji yang tidak realistis maupun tampilan luar yang terkesan meyakinkan.
“Apa yang terjadi hari ini adalah akibat dari pilihan kita sendiri di masa lalu. Banyak yang tergiur dengan program yang nyeleneh dan kemasan politik yang glamor,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa fenomena serupa tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga di level nasional.
Hal ini menunjukkan bahwa persoalan kualitas kepemimpinan masih menjadi tantangan bersama yang harus diperbaiki dari hulu, yakni proses pemilihan.
“Ini bukan hanya di daerah, di tingkat nasional pun kita melihat hal yang sama. Setelah terpilih, baru kita menyadari dampaknya selama lima tahun ke depan,” katanya.
Apriadi menegaskan bahwa memilih pemimpin bukan sekadar kegiatan seremonial lima tahunan, melainkan keputusan penting yang akan berdampak panjang terhadap kehidupan masyarakat.
“Kalau kita salah memilih, maka dampaknya bisa kita rasakan selama masa kepemimpinan itu. Sebaliknya, jika kita memilih pemimpin yang tepat, hasilnya juga akan kita nikmati bersama,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada pola pikir pragmatis saat menentukan pilihan.
Menurutnya, kecenderungan memilih berdasarkan kepentingan sesaat justru dapat merugikan dalam jangka panjang.
“Ketika masyarakat lebih mengedepankan hal-hal pragmatis, maka jangan heran jika hasilnya seperti yang kita lihat sekarang,” tambahnya.
Apri berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran politik dengan melihat rekam jejak, kapasitas, serta komitmen calon pemimpin terhadap kepentingan publik.
“Citra pemimpin hari ini adalah cerminan dari pilihan kita kemarin. Jadi ke depan, kita harus lebih cerdas dan tidak asal pilih,” pungkasnya.