BERITAMUARA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Rahmat Darmawan menyebut kebijakan efisiensi anggaran pada 2026 berdampak terhadap terhambatnya realisasi berbagai aspirasi masyarakat, terutama bantuan pemerintah yang sebelumnya telah direncanakan untuk disalurkan kepada warga.
Pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar menyebabkan sejumlah program mengalami penyesuaian alokasi anggaran.
Akibatnya, berbagai bantuan yang diharapkan masyarakat harus ditunda, termasuk program pemberdayaan ekonomi di kawasan pesisir.
Rahmat mengatakan, keterbatasan fiskal daerah saat ini membuat pemerintah harus menyesuaikan pelaksanaan program dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“APBD kita ini mengalami pengurangan, ya, efisiensi yang cukup tajam, sehingga memang sedikit banyaknya mengalami dampak di masyarakat. Yang tadinya bantuan-bantuan pemerintah ini bisa didistribusikan di masyarakat, sekarang mengalami penundaan, bahkan banyak yang terpending,” ucap dia, Sabtu (10/10/2026).
Salah satu contoh penyesuaian tersebut terjadi pada program Kukar Idaman RT-Ku Terbaik.
Menurut Rahmat, besaran anggaran program yang sebelumnya disepakati mencapai Rp150 juta mengalami penurunan menjadi Rp50 juta.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan berkurangnya dana transfer pemerintah pusat yang diterima Kabupaten Kukar, sehingga sejumlah program daerah harus mengalami penyesuaian.
Dampak efisiensi juga dirasakan masyarakat pesisir yang selama ini mengandalkan dukungan pemerintah melalui berbagai program bantuan, termasuk bagi nelayan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rahmat mengungkapkan, berdasarkan pengamatannya, penyaluran bantuan bagi masyarakat pesisir pada tahun ini jauh berkurang dibandingkan satu hingga dua tahun sebelumnya.
Ia bahkan menyebut belum melihat adanya realisasi bantuan nelayan di wilayah pesisir pada 2026.
“Kalau persentasenya saya tidak tahu, ya. Tapi, sepengamatan saya, bantuan-bantuan untuk nelayan di tahun ini memang nihil, ya,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat pesisir masih membutuhkan dukungan pemerintah untuk menunjang kegiatan ekonomi mereka.
Bantuan yang sebelumnya dapat disalurkan kini menghadapi kendala akibat keterbatasan anggaran.
“Memang minim bantuan-bantuan di masyarakat pesisir kita seperti itu dibandingkan dengan satu sampai dua tahun sebelumnya. Itu kan banyak bantuan-bantuan untuk UMKM dan nelayan. Tahun ini memang nihil,” katanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Rahmat menegaskan bahwa DPRD Kukar akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.
Ia menilai usulan yang telah dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) perlu tetap menjadi perhatian pemerintah karena telah melewati proses pembahasan berjenjang, mulai dari tingkat RT, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.
Melalui mekanisme tersebut, kebutuhan masyarakat telah dibahas dan disusun berdasarkan skala prioritas masing-masing wilayah.
Karena itu, Rahmat berharap program yang telah disepakati tidak kehilangan perhatian meskipun pemerintah daerah harus melakukan efisiensi.
“Jadi, anggaran-anggaran yang sudah disepakati melalui mekanisme Musrenbang, musyawarah di level RT, kelurahan, kecamatan, sampai kabupaten, itu kan jelas sudah skala prioritasnya apa di masing-masing kecamatan,” terangnya.
Rahmat menekankan, DPRD tidak dapat menentukan alokasi anggaran secara sepihak.
Setiap program harus melalui proses perencanaan yang baik agar penggunaan anggaran tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.
Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menyebabkan sebagian usulan prioritas yang telah melewati tahapan perencanaan belum dapat diwujudkan.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah tetap mengutamakan aspirasi yang telah disepakati melalui Musrenbang ketika menentukan program yang memungkinkan untuk direalisasikan.
“Karena anggaran yang tadi terbatas, yang sudah terbahas melalui mekanisme Musrenbang itu juga banyak yang tidak terealisasi,” pungkas Rahmat. (adv/ptr)