Torehkan Sejarah, Prodi PAI FAI UNIKARTA Raih Akreditasi UNGGUL dari LAMDIK

BERITAMUARA.COM – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA). Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Sarjana resmi meraih status Akreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Capaian tersebut ditetapkan melalui Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan Nomor 2089/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026 tentang Status Akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam pada Program Sarjana Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong, Kabupaten Kukar.

Raihan tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Universitas Kutai Kartanegara karena Program Studi PAI FAI UNIKARTA menjadi program studi pertama di lingkungan UNIKARTA yang berhasil meraih Akreditasi Unggul.

Dekan FAI UNIKARTA, Dr. Habib Zainuri menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang telah dipersiapkan sejak lama dan menjadi bagian dari kesinambungan pengembangan mutu di lingkungan FAI UNIKARTA.

“Capaian Akreditasi Unggul ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Namun, proses menuju Unggul tidak terjadi secara instan. Persiapannya telah dilakukan sejak lama, bahkan sejak periode kepemimpinan sebelumnya. Karena itu, capaian ini merupakan hasil kerja bersama, proses berkelanjutan, dan kontribusi dari banyak pihak,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Agama Islam, tetapi juga diharapkan menjadi motivasi bagi program studi lain di lingkungan UNIKARTA.

“Alhamdulillah, ini menjadi Akreditasi Unggul pertama bagi program studi di lingkungan UNIKARTA. Kami berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi program studi lainnya untuk terus meningkatkan mutu. Semoga ke depan semakin banyak program studi di UNIKARTA yang mampu meraih predikat Unggul,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa predikat Unggul tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Akreditasi harus benar-benar tercermin dalam kualitas pembelajaran, tata kelola, pelayanan akademik, kualitas dosen, mahasiswa, serta lulusan yang dihasilkan.

“Kami tidak ingin Unggul hanya tertulis di atas kertas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana predikat ini benar-benar diwujudkan dalam proses pendidikan yang bermutu dan mampu melahirkan sarjana Pendidikan Agama Islam yang kompeten, berkarakter, adaptif, memiliki integritas,” tutupnya. (Zy)