Ueforia Piala Dunia, Ketua Umum Keris Kaltim Ajak Masyarakat Dukung Argentina Juara Back to Back

BERITAMUARA.COM – Atmosfer Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko turut dirasakan hingga Kaltim.

Antusiasme pecinta sepak bola semakin memuncak setelah juara bertahan Argentina kembali memastikan langkah ke partai final dan akan menghadapi Spanyol dalam laga perebutan gelar juara.

Ketua Umum KERIS Kaltim, Apriadi menilai perjalanan kedua tim menuju final menjadi bukti bahwa kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh nama besar para pemain, tetapi juga kekompakan dan chemistry yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Menurut Apriadi, perjalanan Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak kejutan. Sejumlah tim yang sejak awal dijagokan justru gagal melangkah hingga partai puncak.

“Banyak para ahli peramal dan pundit bola salah memprediksi hasil pertandingan termasuk yang akan masuk ke semifinal dan masuk final di Piala Dunia kali ini. Seperti Timnas Prancis dengan materi pemain yang dinilai sangat superior, Timnas Inggris dengan skuat mewahnya dan Timnas Jerman yang dianggap cukup meyakinkan pada babak grup, namun semuanya tidak bisa menembus final Piala Dunia tahun ini,” ucap dia, Sabtu (18/7/2026).

Sebaliknya, Argentina yang sempat dinilai tampil kurang meyakinkan pada fase gugur justru kembali membuktikan kualitasnya dengan melangkah ke final.

Hal serupa juga terjadi pada Spanyol yang sempat diragukan mampu melaju jauh usai hasil kurang maksimal pada laga awal turnamen.

“Sementara itu Timnas Argentina yang sering terlihat terseok-seok pada babak gugur kembali berhasil melenggang ke partai final tahun ini dan di sisi lain Timnas Spanyol yang laga awal melakoni pertandingan dengan Timnas Tanjung Verde yang berakhir imbang diragukan melaju lebih jauh, namun tidak disangka mereka malah sampai ke final juga,” katanya.

Apriadi menilai keberhasilan kedua negara tersebut tidak lepas dari kuatnya chemistry antarpemain.

Ia menjelaskan, mayoritas pemain Spanyol berasal dari klub yang sama sehingga telah memiliki pemahaman permainan yang baik.

Begitu pula Argentina yang masih mempertahankan sebagian besar skuad juara dunia 2022.

“Dari kedua timnas ini kita bisa melihat betapa pengaruh chemistry pemain itu sangat berpengaruh pada Piala Dunia tahun 2026 kali ini. Timnas Spanyol sekitar 60 persen diisi pemain FC Barcelona, sedangkan pemain Timnas Argentina 80 sampai 90 persen masih dihuni pemain juara dunia tahun 2022, sehingga kedua pelatih tidak perlu membangun chemistry terlalu lama karena para pemain sudah tahu bagaimana dan seperti apa yang harus dilakukan di lapangan,” jelasnya.

Meski mengakui Spanyol tampil impresif sepanjang turnamen, Apriadi meyakini Argentina memiliki peluang lebih besar untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia.

Menurutnya, pengalaman, mental juara, dan kemampuan bangkit dari tekanan menjadi modal utama Albiceleste dalam menghadapi partai final.

“Dari beberapa pertandingan walaupun sempat ketinggalan dua gol, pemain Argentina tetap bisa remontada (berbalik unggul) untuk memenangkan pertandingan, sehingga peluang Spanyol untuk juara sedikit kecil,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Kaltim, khususnya para pecinta sepak bola dan pendukung Argentina, untuk memberikan dukungan kepada Albiceleste agar mampu mempertahankan gelar juara dunia.

Jika Argentina kembali menjadi juara, maka tim berjuluk Albiceleste itu akan mencatat sejarah dengan meraih gelar Piala Dunia secara beruntun.

“Juara back to back akan terjadi kali ini, yakni Timnas Argentina yang akan melakukannya itu, dan akan menjadi sejarah bagi Argentina dan pencinta sepak bola, khususnya pendukung Timnas Argentina di bumi Kalimantan Timur,” pungkasnya. (rs)