BERITAMUARA.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kutai Kartanegara (BEM FISIPOL Unikarta) menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi dengan menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada anak-anak di Panti Mishbahun Muniir, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Panti Mishbahun Munir yang berada di Jalan Gunung Pegat Nomor 60, RT 40, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Bantuan yang disalurkan berupa beras dan mie instan.
Meski sederhana, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni panti asuhan sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Ketua BEM FISIPOL Unikarta, Muhammad Arjuna, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan aktivitas akademik dan organisasi, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Bantuan yang kami salurkan mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari saudara-saudara kita di panti asuhan,” ujar Arjuna.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar penyerahan bantuan.
BEM FISIPOL Unikarta ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana untuk membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kepedulian sosial.
Bagi Arjuna, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.
Selain memperoleh pendidikan di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab moral untuk melihat berbagai persoalan sosial yang ada di sekitarnya.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan berupa beras dan mie instan, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan mahasiswa,” katanya.
Arjuna menegaskan, keberadaan organisasi mahasiswa tidak semestinya hanya berorientasi pada kegiatan internal kampus.
BEM FISIPOL Unikarta, kata dia, ingin memperluas peran organisasi agar dapat memberikan kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai yang diperoleh mahasiswa selama berada di lingkungan akademik.
“Sebagai bagian dari civitas akademika, BEM FISIPOL Unikarta tidak ingin hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan berorganisasi, tetapi juga hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menilai kepedulian sosial tidak harus diwujudkan melalui kegiatan dengan skala besar.
Hal yang paling penting adalah adanya kemauan untuk memulai dan konsisten melakukan aksi yang memberikan manfaat.
Semangat tersebut diharapkan dapat membangun budaya kepedulian di kalangan mahasiswa, sehingga organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi ruang pengembangan kapasitas diri, tetapi juga menjadi jembatan antara lingkungan kampus dan masyarakat.
Arjuna juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak mahasiswa maupun pihak lain.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu momentum saja. Semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan mahasiswa FISIPOL Unikarta,” ujarnya.
Ia meyakini perubahan sosial dapat dimulai dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, namun kepedulian yang tumbuh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas.
“Karena bagi kami, perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari satu bantuan, satu kepedulian, dan satu langkah kecil, kita bisa menghadirkan manfaat bagi sesama,” pungkas Arjuna.