Satpol PP Kutim Gencar Tertibkan Boneka Manusia di Lampu Merah, Tegaskan Jalan Raya Bukan Tempat Atraksi

KUTAI TIMUR — Boneka manusia atau manekin hidup yang beraksi di beberapa lampu merah Sangatta kembali disorot Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur (Kutim). Aktivitas ini dianggap mengganggu ketertiban umum serta berisiko terhadap keselamatan pengendara.

Kepala Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berulang kali menertibkan para pelaku. Bahkan, beberapa di antaranya telah diserahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan lebih lanjut.

“Sudah beberapa kali kami tindak, atribut mereka pun kami sita. Namun tetap saja ada yang kembali beraksi, terutama di hari-hari libur,” jelasnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya melanggar aturan daerah, tetapi juga membahayakan diri pelaku dan pengguna jalan lainnya. “Jalan raya bukan tempat pertunjukan. Ini bukan sekadar soal ketertiban, tapi soal keselamatan bersama,” tegasnya.

Satpol PP kini menugaskan tim patroli khusus untuk memantau titik-titik lampu merah dan mencegah munculnya kembali fenomena serupa. Penertiban dilakukan secara humanis, namun tetap tegas agar tidak ada pembiaran di ruang publik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak memberikan uang kepada para pelaku agar praktik tersebut tidak terus berulang. Pemerintah menilai dukungan sosial sebaiknya disalurkan melalui lembaga resmi agar tepat sasaran.

“Kalau masyarakat berhenti memberi, mereka tidak akan lagi beraksi di jalan. Bantu lewat jalur yang benar agar lebih bermanfaat,” tambah Fata.

Dengan langkah konsisten dan kerja sama lintas instansi, Satpol PP Kutim berkomitmen menjaga wajah kota tetap tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. (ADV)