BERITAMUARA.COM — Di tengah arus modernisasi dan pergeseran minat generasi muda terhadap sektor pertanian, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) justru melangkah berlawanan arus.
Dipimpin oleh Rian Tri Saputra, KNPI Kukar kini menggagas gerakan peternakan ayam petelur omega berbasis swadaya, sebagai bentuk nyata keterlibatan anak muda dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program ini lahir dari kesadaran kolektif anggota KNPI yang menolak pandangan bahwa bertani dan beternak adalah pekerjaan kotor atau kurang bergengsi.
Justru sebaliknya, Rian ingin menanamkan kebanggaan baru menjadi petani dan peternak muda yang produktif, mandiri, dan inovatif.
“Anak muda Kukar seharusnya mulai bergeser mindset-nya. Bertani itu bukan soal kotor-kotoran, bukan juga soal gengsi. Kita harus bangga jadi petani muda Kukar,” tegas Rian, Selasa (11/11/2025).
Menariknya, inisiatif ini bukan hasil program bantuan pemerintah, melainkan gerakan swadaya murni dari anggota KNPI.
Mereka secara patungan membiayai uji coba pemeliharaan ayam petelur omega, sebuah langkah sederhana namun sarat makna kemandirian.
“Kami sedang melakukan uji sampel memelihara ayam petelur omega. Ini kami patungan, bukan bantuan pemerintah. Semua swadaya, karena muncul dari kemauan dan kesadaran teman-teman. Walaupun iuran, tidak mengurangi semangat kami untuk memelihara ayam petelur itu,” ujar Rian.
Inisiatif ini, menurut Rian, adalah bukti keseriusan anak muda Kukar dalam berkontribusi langsung pada ketahanan pangan.
Selain sebagai kegiatan ekonomi produktif, program ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa kemandirian pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Rian menuturkan, semangat petani muda Kukar ini terinspirasi dari Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) sebelumnya, Edi Damansah, yang saat ini adalah Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).
Melalui berbagai kebijakannya, Edi telah lama mendorong generasi muda untuk kembali mencintai dunia pertanian dan peternakan.
“Pak Edi Damansah itu kan Ketua KTNA yang selalu mengampanyekan agar anak muda mau bertani. Jadi, kita di KNPI hanya melanjutkan semangat itu. Harapan kami, Dinas Pertanian dan Peternakan bisa mulai memberikan perhatian lebih kepada anak muda yang bertani, khususnya yang berhimpun di KNPI,” tutur Rian.
Ia juga menegaskan bahwa KNPI bukan sekadar organisasi kepemudaan politik, tetapi wadah bagi berbagai organisasi kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan (OKP) yang aktif di berbagai bidang pembangunan daerah.
Oleh karena itu, dukungan dari instansi terkait sangat diharapkan untuk memperluas dampak program.
Lebih dari sekadar proyek peternakan, inisiatif ayam petelur omega ini dianggap sebagai simbol kesadaran baru generasi muda Kukar terhadap pentingnya ketahanan pangan.
Rian menilai, sebuah daerah tidak akan kuat jika masyarakatnya bergantung pada pasokan pangan dari luar.
“Ketahanan pangan harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Bagaimana bangsa ini mau besar, bagaimana Kutai Kartanegara mau besar, kalau kita lemah di ketahanan pangan? Ini kebutuhan dasar masyarakat,” pungkas dia. (adv/zy)