Pemkab Kutim Perluas Distribusi SPHP, 11 Pedagang Pasar Siap Salurkan Beras Bersubsidi

BERITAMUARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan program pangan murah dan distribusi beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok jelang akhir tahun.

Sejumlah kecamatan diprioritaskan mendapatkan pasokan lebih awal, termasuk Rantau Pulung, Teluk Pandan, dan Sangatta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadani, mengatakan bahwa pelaksanaan pangan murah tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan anggaran pada tahun mendatang.

Pemangkasan anggaran sebesar 50 persen membuat distribusi tahun depan akan lebih terfokus pada wilayah-wilayah dengan kebutuhan mendesak.

“Meskipun anggaran tahun depan turun separuh, kami tetap memastikan pangan murah hadir di kecamatan prioritas. Fokusnya adalah wilayah dengan kebutuhan tinggi dan akses yang terbatas,” jelas Nora.

Selain program pangan murah, Pemkab juga terus memperluas pendistribusian beras SPHP ke pasar rakyat.

Berdasarkan aturan terbaru dari Kementerian Perdagangan, penyaluran beras SPHP tidak lagi dapat dilakukan oleh pemerintah daerah secara langsung, melainkan harus melalui pedagang pasar.

“Kami mengikuti regulasi dari Kementerian Perdagangan, karena distribusi SPHP harus lewat pedagang, maka kami bekerja sama dengan Bulog untuk mencari pedagang yang siap menyalurkan dengan harga resmi,” ungkap Nora.

Saat ini, Pemkab Kutim telah berhasil menggandeng sedikitnya 10 hingga 11 pedagang di pasar Sangatta Selatan, Sangatta Utara, hingga Pasar Induk.

Para pedagang tersebut telah bersedia menjual SPHP dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp65.000 per 5 kilogram atau Rp13.000 per kilogram.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi beras yang mudah menguning, berbau, hingga ditemukan butir beras yang dianggap kurang bersih. Keluhan ini sudah disampaikan kepada Bulog sebagai pihak penyalur utama.

“Kualitas memang masih menjadi perhatian masyarakat dan kami sudah menyampaikan seluruh laporan ke Bulog agar dilakukan perbaikan kualitas pada pengiriman berikutnya,” kata Nora.

Disperindag menegaskan bahwa meski kualitas SPHP tidak sebanding dengan beras premium, keberadaannya sangat penting sebagai opsi bahan pangan terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.

Pemerintah memastikan pendistribusian akan terus dipantau agar harga tetap terkendali dan ketersediaan terjamin.

Dengan kolaborasi antara Pemkab Kutim, Bulog, dan para pedagang pasar, pemerintah berharap stabilitas pangan tetap terjaga dan masyarakat memiliki alternatif pembelian yang lebih murah di tengah dinamika harga bahan pokok.(ADV)