Pelayanan Kesehatan Jemput Bola di Kutim, Warga Bersiap Terima Layanan Katarak Gratis di Wahau

BERITAMUARA.COM – Upaya pemerataan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus digencarkan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim memperluas pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola ke wilayah pedalaman dan terpencil demi memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang sama tanpa hambatan jarak maupun biaya.

Sejak beberapa pekan terakhir, tenaga kesehatan dari berbagai profesi telah turun langsung ke sejumlah kecamatan, melaksanakan pelayanan sosial dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Kegiatan ini tidak hanya menyasar daerah yang mudah dijangkau, tetapi juga kawasan yang cukup jauh seperti Kaliorang, Sandaran, dan Sangkulirang dan daerah dengan akses fasilitas kesehatan yang dinilai masih terbatas.

Pelaksanaan pelayanan di lapangan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan dini, konsultasi medis, hingga edukasi kesehatan.

Masyarakat tidak hanya menerima layanan, tetapi juga diedukasi untuk mengenali gejala penyakit sejak awal agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyampaikan bahwa pendekatan pelayanan jemput bola dianggap efektif menjangkau masyarakat yang selama ini sulit memperoleh layanan kesehatan.

“Tidak semua warga dapat datang ke fasilitas kesehatan karena jarak, transportasi, dan biaya, karena itu, kami yang datang langsung ke masyarakat agar tidak ada warga yang terabaikan dalam pelayanan kesehatan,” jelas Sumarno.

Dalam agenda lanjutan, Dinkes Kutim menyiapkan pengobatan katarak gratis di Kecamatan Wahau pada 28–29 November 2025, menyasar warga yang mengalami gangguan penglihatan dan membutuhkan penanganan medis.

Program tersebut turut dirangkaikan dengan pembagian kacamata gratis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk membantu masyarakat dengan kebutuhan alat bantu penglihatan.

Sumarno menjelaskan bahwa masalah penglihatan menjadi salah satu keluhan yang sering ditemui saat pelayanan di lapangan, terutama pada warga usia lanjut.

“Masih banyak warga yang menunda pengobatan katarak karena kemampuan ekonomi atau sulitnya akses ke fasilitas kesehatan dan hadirnya pelayanan gratis ini diharapkan mampu mengembalikan kualitas penglihatan mereka,” ungkapnya.

Dinkes Kutim menargetkan bahwa pemerataan pelayanan kesehatan akan terus menjadi prioritas agar kualitas hidup masyarakat meningkat secara merata di semua wilayah.

Dengan langkah progresif tersebut, Dinkes Kutim menunjukkan komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan hingga ke pintu rumah masyarakat, memperkuat jaminan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam akses kesehatan. (ADV)