BERITAMUARA.COM — Keterbatasan anggaran pemerintah daerah tidak menyurutkan semangat masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mengembangkan olahraga. Berbagai komunitas dan kecamatan terus bergerak dengan kreativitas untuk memastikan aktivitas olahraga tetap hidup di tengah tantangan fiskal tahun 2025–2026.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa keterbatasan dana bukan alasan untuk menghentikan pembinaan atlet dan penyelenggaraan event olahraga. Menurutnya, justru di masa sulit ini, kontribusi masyarakat menjadi sangat berarti.
“Meskipun anggaran pemerintah terbatas, banyak kegiatan olahraga tetap bisa berlangsung berkat peran aktif masyarakat dan dukungan pihak swasta. Ini menunjukkan bahwa semangat berolahraga di Kukar tidak tergantung sepenuhnya pada APBD,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ali mencontohkan gelaran turnamen tenis meja di Loa Kulu serta event lari Run Street Ramadan Kukar Idaman Cup 2025 beberapa bulan lalu yang diprakarsai komunitas dengan pendampingan Dispora. Ia menyebut bahwa langkah tersebut menunjukkan kemampuan daerah dalam berkolaborasi.
“Kegiatan seperti turnamen tenis meja di Loa Kulu adalah contoh bagaimana masyarakat dapat memimpin sendiri, sambil tetap didampingi pemerintah. Ini membuktikan bahwa olahraga bisa tumbuh secara mandiri melalui kolaborasi dan kreativitas,” katanya.
Dispora Kukar sendiri tetap memberikan dukungan sesuai kemampuan anggaran yang ada, mulai dari perlengkapan dasar hingga pendampingan teknis. Ali menilai peran ini penting untuk menjaga kualitas event dan memberikan ruang pembinaan atlet.
“Selama ada peluang untuk membantu pengembangan olahraga dan memfasilitasi penyelenggaraan event di masyarakat, Dispora akan selalu hadir. Kami ingin memastikan atlet dan komunitas tetap mendapatkan dukungan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa event olahraga daerah juga memiliki dampak sosial yang besar, mulai dari peningkatan partisipasi pemuda hingga penguatan interaksi antarwarga. Hal inilah yang membuat Dispora tidak ingin kegiatan berhenti hanya karena keterbatasan anggaran.
Dengan sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat, Ali optimistis pembinaan olahraga di Kukar akan tetap berkembang dan melahirkan lebih banyak talenta.
“Yang paling penting adalah semangat dan kolaborasi. Selama semua pihak bersinergi, kegiatan olahraga akan tetap hidup, dan talenta-talenta baru akan terus lahir,” tutupnya.(adv/zy)