KNPI Kukar Siapkan Peluncuran “Odah Kesehatan Pemuda”, Layanan Konseling Mental dan Cek Kesehatan Gratis

BERITAMUARA.COM— DPD KNPI Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bakal meluncurkan program Odah Kesehatan Pemuda, sebuah fasilitas yang menyediakan layanan konseling mental dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi generasi muda.

Program ini dijadwalkan rilis bulan depan dan diklaim menjadi terobosan baru organisasi dalam merespons meningkatnya isu kesehatan mental.

Ketua DPD KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, mengatakan program tersebut hadir setelah melihat kompleksitas tekanan yang dihadapi anak muda.

Menurutnya, persoalan mental saat ini menjadi tantangan serius yang memengaruhi kondisi sosial masyarakat.

“Kesehatan mental itu perlu hari ini. Isu kesehatan mental sangat luar biasa dan berdampak pada kehidupan sosial,” kata Rian, Rabu (19/11/2025).

Rian menilai banyak pemuda mudah menyerah ketika mengalami kegagalan, bahkan berpotensi terjerumus ke penyalahgunaan narkoba atau tindakan ekstrem seperti percobaan bunuh diri.

Ia menegaskan, fenomena ini menjadi alarm bagi organisasi kepemudaan untuk mengambil peran lebih besar.

“Kita lihat banyak anak muda sekarang cepat putus asa. Gen Z di Kukar ini perlu diperhatikan. Jadi kita fasilitasi melalui KNPI Kukar,” ujarnya.

Program Odah Kesehatan Pemuda akan menghadirkan psikolog profesional dari Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Kukar. Layanan konseling dibuka setiap Jumat pukul 13.00–16.00 dan dapat diakses secara gratis oleh seluruh pemuda.

“Nanti ada psikolog yang mendampingi. Mereka bisa curhat, konsultasi, sekaligus mendapat penguatan mental,” jelasnya.

Peluncuran program juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial, termasuk sunat massal serta penyaluran santunan untuk 100 anak duafa.

Rian menyebut rangkaian kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan KNPI Kukar setelah beberapa tahun vakum.

“Saya ingin membangkitkan kembali KNPI Kukar yang sekian tahun vakum,” tegasnya.

Selain fokus pada mental, layanan tersebut turut menyediakan pemeriksaan kesehatan umum, termasuk deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Rian menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci memperluas jangkauan program.

“Sudah waktunya kita berkolaborasi, bukan berkompetisi,” katanya.

Ia berharap Odah Kesehatan Pemuda dapat menjadi model program kesehatan yang difasilitasi pemerintah dan diterapkan hingga tingkat kecamatan.

“Tujuan odah kesehatan pemuda itu agar generasi muda Kukar mulai memperhatikan kesehatan mental, dan kita yang memulai,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi ruang aman bagi pemuda untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat ketahanan mental di tengah berbagai tantangan.(adv/zy)