BERITAMUARA.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Kartanegara mengajak pihak swasta untuk aktif terlibat dalam pemberdayaan pemuda melalui dukungan fasilitas program, bukan dukungan uang tunai. Hal itu disampaikan oleh Ketua KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, dalam sebuah Diskusi Publik di Food Court Unikarta bertema “Menata Masa Depan Kukar, Menciptakan Kemandirian Ekonomi dan Keberlanjutan Fiskal di Era Penyangga IKN dan Keterbatasan DBH”, Sabtu (29/11/2025) malam.
Dalam pemaparannya, Rian menjelaskan bahwa tantangan besar dihadapi Kutai Kartanegara pada masa transisi menuju daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu persoalan utama adalah berkurangnya DBH yang memicu defisit anggaran.
“Di tengah keterbatasan DBH, keterbatasan defisit Kutai Kartanegara, kegiatan kepemudaan yang berdampak langsung terhadap masyarakat harus sama-sama kita mencarikan solusinya,” ungkapnya.
Menurut dia, program kepemudaan harus tetap berjalan karena pemuda merupakan kekuatan masa depan yang diharapkan menjadi pendorong pembangunan daerah.
“Katanya kan anak muda ini masa depan bangsa,” kata Rian mengutip slogan yang sering ia dengar.
Ia menyebut keterlibatan perusahaan-perusahaan lokal dapat menjadi alternatif yang strategis.
“Solusinya adalah dengan menggandeng pihak swasta yang ada di Kutai Kartanegara,” sebutnya.
Namun ia menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan dalam bentuk pemberian uang tunai.
“Tidak perlu dikasih uang. CSR pun kita tidak dikasih uang, jangan dikasih uang,” tegas Rian.
Menurutnya, CSR akan jauh lebih berdaya guna jika diwujudkan dalam fasilitas pelatihan, kegiatan sosial kepemudaan, atau dukungan infrastruktur yang memberi manfaat jangka panjang bagi generasi muda.
“Bagaimana bisa membuat program-program kepemudaan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Rian juga mengatakan bahwa KNPI membutuhkan dukungan pemerintah dan DPRD agar skema kemitraan dengan swasta dapat berjalan sistematis dan berkelanjutan.
“Kawan-kawan KNPI Kukar tidak bisa berjalan sendiri, harus ada dukungan dari pemerintah maupun DPRD,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pemuda yang kurang diperhatikan berpotensi terjerumus dalam persoalan sosial.
“Ketika anak muda tidak diurusi ya, ini kan menjadi persoalan baru lagi buat kita,” tuturnya.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, KNPI, dan swasta, ia yakin pemuda Kukar akan menjadi motor pembangunan di tengah dinamika fiskal daerah yang menantang. Diskusi serupa disebut akan terus dilakukan untuk menyatukan agenda kerja kepemudaan yang lebih adaptif dan produktif.(adv/zy)