BERITAMUARA.COM – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menunjukkan hasil positif.
Meski masih termasuk daerah dengan tingkat kasus yang cukup tinggi di Kalimantan Timur, data terbaru menunjukkan adanya penurunan signifikan sepanjang tahun 2025 ini.
Menurut Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Derry Wardhana, kecenderungan menurunnya angka kasus narkoba tidak lepas dari konsistensi pelaksanaan sosialisasi dan edukasi di berbagai wilayah, khususnya yang digelar bersama organisasi kepemudaan dan instansi terkait.
“Kami terus memantau data dari Polres Kutai Kartanegara. Dari tahun 2024 ada sekitar 224 kasus, sedangkan sampai Oktober 2025 ini tercatat sekitar 153 kasus,” ujar Derry, Jumat (7/11/2025).
Penurunan jumlah kasus tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan lembaga pendidikan dalam menyosialisasikan bahaya narkotika di berbagai lini masyarakat.
Dispora Kukar bersama berbagai pihak, seperti KNPI dan organisasi kepemudaan tingkat kecamatan, terus mengintensifkan kegiatan pencegahan dengan pola yang lebih menyentuh langsung ke masyarakat.
Sosialisasi dilakukan tidak hanya di lingkungan sekolah dan kampus, tetapi juga di tingkat desa dan kecamatan yang terindikasi rawan penyalahgunaan narkoba.
“Giat seperti ini setiap tahun terus kami laksanakan bersama Dispora Provinsi Kalimantan Timur. Alhamdulillah, dengan makin banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman di kecamatan melalui organisasi kepemudaan, hal itu memberi dampak positif, menurunkan kecenderungan penggunaan narkoba,” jelas Derry.
Pendekatan berbasis komunitas ini dianggap efektif karena mampu membangun kesadaran dari tingkat paling bawah.
Para pemuda di tiap kecamatan dilibatkan sebagai agen sosialisasi yang aktif menyebarkan pesan bahaya narkoba di lingkungannya.
Meski tren menurun, Kukar masih dikategorikan sebagai salah satu daerah dengan tingkat kasus narkoba tertinggi di Kaltim.
Hal itu disebabkan oleh luasnya wilayah, mobilitas penduduk yang tinggi, serta masih terbatasnya sumber daya dalam pengawasan dan rehabilitasi.
Dispora Kukar menilai, tantangan utama dalam penanganan narkoba bukan hanya pada aspek penegakan hukum, melainkan juga pada aspek edukasi dan pembentukan karakter generasi muda.
Oleh karena itu, sosialisasi akan terus diperluas dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas kepemudaan di desa-desa.
“Kami ingin terus memperkuat kolaborasi ini. Jangan sampai ada ruang kosong dalam edukasi bahaya narkoba, terutama di kalangan remaja. Karena pencegahan itu harus dimulai dari pengetahuan,” tegas Derry.
Program pencegahan narkoba di Kukar kini diarahkan bukan hanya pada penyuluhan, tetapi juga pemberdayaan pemuda agar memiliki kegiatan produktif.
Dia berharap dengan semakin banyak ruang ekspresi dan wadah pengembangan diri, anak muda tidak lagi terjerumus ke perilaku negatif.
Langkah-langkah yang dilakukan selama ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Namun, Derry mengingatkan bahwa upaya ini harus berkesinambungan dan mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat.
“Penurunan angka kasus ini patut disyukuri, tapi jangan membuat kita lengah. Justru ini momentum untuk memperkuat gerakan bersama melawan narkoba,” pungkasnya. (adv/zy)