Jembatan Telen Terhambat Banjir, Enam Desa Terdampak Akses

 

 

BERITAMUARA.COM – Banjir berulang yang terjadi di wilayah Telen membuat pembangunan Jembatan Telen kembali terhenti. Proyek yang seharusnya menjadi penghubung utama bagi enam desa kini kembali tertunda setelah proses pengecoran tiang tidak dapat dilanjutkan.

Kondisi sungai yang meluap membuat pekerja tidak dapat memasukkan material ke dalam pondasi jembatan. Tingginya permukaan air dan arus deras menjadi ancaman keselamatan dan merusak material yang diperlukan untuk konstruksi.

Dampaknya, masyarakat di enam desa mengalami gangguan akses yang cukup parah.

Camat Telen, Petrus Ivung, membenarkan bahwa banjir merupakan kendala terbesar yang menghambat pembangunan.

“Pada saat banjir, pekerja tidak bisa melakukan pengecoran karena arus air sangat deras. Ini benar-benar di luar kendali,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan pihak teknis untuk mencari solusi percepatan, meski tetap harus memperhatikan kondisi alam.

Menurutnya, memaksakan pekerjaan dalam keadaan ekstrem justru dapat merusak hasil pembangunan.

Masyarakat enam desa kini harus kembali mengandalkan perahu kecil untuk aktivitas harian mereka.

Ketika hujan deras, perjalanan menjadi semakin berbahaya dan tidak dapat diprediksi. Warga berharap jembatan dapat segera diselesaikan agar mobilitas mereka tidak lagi ditentukan oleh kondisi cuaca.

Petrus juga menegaskan pentingnya jembatan ini bagi kesejahteraan warga.

“Harapan kami jembatan ini bisa segera difungsikan, karena masyarakat sangat membutuhkan akses yang selama ini sering terputus,” katanya.

Meski demikian, laporan resmi terkait progres pembangunan belum diterima kecamatan.

Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap proyek ini mengingat dampak yang sangat besar bagi warga.

Enam desa di wilayah Telen kini menunggu kejelasan kelanjutan proyek yang telah lama direncanakan.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya solusi jangka panjang untuk mengatasi kesulitan akses yang mereka alami setiap tahun.(ADV)