BERITAMUARA.COM – Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (FAI Unikarta) resmi menggelar The 1st Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy (ANCIESE) 2025.
Kegiatan tersebut adalah sebuah forum ilmiah yang menjadi ruang strategis untuk mendorong kemajuan pendidikan Islam dan ekonomi syariah ini berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar pada Selasa (18/11/2025).
Dekan FAI Unikarta, Dr. Haji Mubarak menegaskan bahwa konferensi perdana ini merupakan wujud ikhtiar kolektif civitas akademika untuk memperkuat kontribusi pendidikan Islam terhadap pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, ANCIESE 2025 dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang menuntut adanya relevansi antara ilmu-ilmu Islam dengan perkembangan keilmuan modern.
Oleh karena itu, konferensi ini dapat menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk bertukar gagasan secara solutif dan produktif.
“Saya berharap konferensi ini menjadi forum strategis untuk mendorong sintesis antara ilmu-ilmu Islam dengan ilmu-ilmu modern,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa forum ilmiah ini harus mampu menghasilkan penemuan-penemuan aplikatif, baik dalam bentuk riset terapan maupun konseptual, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Dia berharap agar ANCIESE menjadi ruang lahirnya kontribusi nyata pendidikan Islam bagi kesejahteraan global maupun lokal.
Selain memperkuat wacana keilmuan, konferensi ini juga dapat melahirkan jaringan kolaborasi riset lintas lembaga yang berkualitas dan berkelanjutan, serta menjadi bagian dari implementasi Tridharma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya menaruh harapan besar pada konferensi ini sebagai ruang strategis memastikan pendidikan Islam di Kutai Kartanegara mampu berkontribusi nyata pada kesejahteraan,” kata Mubarak.
Sementara itu, Rektor Unikarta Prof. Ince Raden mengapresiasi terlaksananya ANCIESE yang diinisiasi oleh FAI.
“Alhamdulillah pada hari ini insyaallah melaksanakan salah satu konferensi internasional yang melibatkan beberapa perguruan tinggi dan ada dari luar. Nah oleh karena itu dengan penuh rasa hormat dan penghargaan yang mendalam saya memberikan apresiasi kepada Fakultas Agama Islam,” tuturnya.
Dia berharap konferensi ini menjadi wadah bertukar gagasan, dialog bermakna, serta langkah bersama menuju daya saing global yang berlandaskan nilai-nilai Islami.
“Saya berharap konferensi ini menjadi wadah untuk membangun jejaring, bertukar pengetahuan dan menginspirasi para pemimpin masa depan yang akan melanjutkan misi pengembangan nilai-nilai Islam dalam pendidikan dan ekonomi dengan keunggulan serta daya saing global,” tutup Ince. (RS)