BERITAMUARA.COM – Di tengah tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran daerah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) tetap menjadi prioritas.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa Klinik WPM telah menjadi program unggulan pemerintah daerah, bahkan masuk dalam agenda prioritas bupati untuk bidang peningkatan SDM dan pengentasan kemiskinan.
Program ini memiliki dampak signifikan dalam mendorong semangat wirausaha dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda.
“Klinik WPM sudah masuk jadi program utama untuk peningkatan SDM di bidang kepemudaan dan salah satu sektor yang mengangkat kemiskinan yang ada di Kukar. Jadi insya Allah, program Klinik WPM terus kita kembangkan,” ujar Aji Ali, Minggu (16/10/2025).
Aji Ali mengakui bahwa kondisi keuangan daerah pada 2025 tidak sepenuhnya ideal. Namun, pemerintah menilai pengembangan keterampilan kewirausahaan bagi pemuda merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh terhenti.
Menurutnya, pemuda Kukar membutuhkan ruang belajar serta pendampingan agar mampu bergerak sebagai penggerak ekonomi baru di daerah.
Dia menjelaskan, Klinik WPM menyediakan wadah tersebut secara sistematis melalui pelatihan, konsultasi usaha, hingga pendampingan lanjutan.
Selama 2025, Dispora Kukar telah menggencarkan berbagai pelatihan yang menyasar kebutuhan wirausaha pemula.
Di antaranya pelatihan manajemen keuangan untuk membekali peserta dengan kemampuan pencatatan dan pengelolaan arus kas, serta digital marketing agar pemuda dapat memasarkan produk secara lebih efektif.
Tidak hanya itu, peserta yang sudah mengikuti dua kali pelatihan juga mendapatkan pendalaman materi dalam bentuk upgrading skill.
“Ada pembekalan terhadap kawan-kawan yang sudah mengikuti dua kali pelatihan. Jadi mereka terus ditingkatkan,” jelas Aji Ali.
Dia mengungkapkan bahwa program Klinik WPM telah berjalan sejak 2022 dan terus memperlihatkan dampak positif.
Ratusan pemuda tercatat telah mendapatkan pelatihan, pendampingan, serta konsultasi usaha yang menjadi bagian penting dari pembinaan.
“Sebenarnya lebih dari ratusan yang kita lakukan pembinaan, karena dalam rangka konsultasi atau sharing itu juga bagian dari pembinaan yang kita lakukan,” ujarnya.
Selain pelatihan terstruktur, Klinik WPM juga membuka ruang konsultasi bagi pemuda yang sedang merintis usaha, termasuk membantu mereka menyusun rencana bisnis, mengidentifikasi pasar, hingga menghadapi kendala operasional.
Aji Ali percaya bahwa generasi muda memegang peranan besar dalam menekan angka pengangguran dan menciptakan peluang ekonomi baru, terutama di luar sektor tambang dan perkebunan yang selama ini dominan.
Melalui Klinik WPM, pemerintah ingin mencetak pemuda yang berdaya saing, kreatif, dan mampu menciptakan usaha mandiri.
Dengan komitmen kuat meski anggaran terbatas, lanjut dia, Dispora Kukar berharap Klinik WPM menjadi motor utama terciptanya wirausaha-wirausaha muda yang tangguh dan inovatif. (adv/zy)