BERITAMUARA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas intervensi untuk menekan angka pengangguran, khususnya pada kelompok usia produktif.
Salah satu institusi yang terlibat langsung adalah Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, yang mendorong peningkatan pendidikan dan keterampilan pemuda melalui berbagai program strategis.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada pengembangan olahraga, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap pengurangan pengangguran dan kemiskinan di daerah.
“Dispora ini salah satu OPD yang menjadi pensuport pengurangan angka pengangguran dan sektor kemiskinan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Menurut Aji Ali, salah satu persoalan yang sering ditemui adalah minimnya orientasi pendidikan lanjutan di kalangan lulusan SMA sederajat.
Banyak pemuda yang menganggap pendidikan berakhir setelah tamat sekolah menengah karena kurangnya informasi mengenai peluang lain.
Untuk itu, Dispora menjalin kerja sama (MoU) dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk sekolah kedinasan dan lembaga pelatihan resmi.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan pendidikan pemuda. Jangan sampai mereka berhenti hanya karena tidak tahu peluang yang ada,” ungkapnya.
Melalui MoU tersebut, pemuda diarahkan untuk melihat lebih banyak jalur pendidikan yang bisa dijangkau, sekaligus memahami tipe kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja modern.
Bagi pemuda yang terkendala melanjutkan pendidikan, lanjut Aji Ali, Dispora Kukar menyiapkan solusi berupa program pelatihan keterampilan kerja.
Salah satunya adalah kursus Garda Pratama, yakni pelatihan untuk menjadi tenaga sekuriti bersertifikat.
Pelatihan ini dirancang agar peserta memiliki keterampilan praktis dan siap bekerja setelah program selesai.
“Kursus Garda Pratama digunakan untuk mereka yang tidak lulus (pendidikan lanjutan). Setelah ikut, mereka dapat sertifikat sebagai tenaga sekuriti,” jelas Aji Ali.
Dispora Kukar juga memastikan bahwa pelatihan tidak berhenti hanya pada pemberian sertifikat.
Pihaknya menjalin perjanjian kerja sama dengan penyelenggara agar lulusan dapat langsung direkrut apabila ada lowongan kerja dari perusahaan, perkebunan, maupun industri lain.
“Penyelenggara pelatihan itu berkewajiban merekrut peserta yang kita latih jika mereka mendapatkan job dari perusahaan atau mitra lainnya,” tuturnya.
Dia mengatakan bahwa skema ini memberikan jaminan akses kerja lebih luas bagi peserta, sekaligus menciptakan iklim pelatihan yang lebih produktif dan terukur.
Aji Ali menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan agar pemuda Kukar tidak tertinggal dalam kompetisi kerja.
Pendidikan, keterampilan, dan akses informasi harus berjalan seiring agar angka pengangguran dapat ditekan secara signifikan.
Ia berharap program-program yang dijalankan Dispora dapat membuka paradigma baru di kalangan pemuda bahwa kesempatan berkembang sangat terbuka, asal mereka mau mengambil peluang dan meningkatkan kapasitas diri.
“Kami ingin pemuda Kukar punya kesiapan, wawasan, dan keterampilan untuk masuk ke dunia kerja. Ini kerja berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/zy)