Dispora Kukar Dorong Hidupkan Kembali Olahraga Tradisional Sejak Usia Dini di Sekolah 

BERITAMUARA.COM – Di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menghidupkan kembali olahraga tradisional sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Salah satu strategi utama ialah mendorong sekolah-sekolah untuk menanamkan dan mengembangkan olahraga tradisional sejak usia dini.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi sekolah yang aktif dalam gerakan pelestarian olahraga tradisional.

Namun, ia menekankan bahwa dukungan diberikan secara terukur dan berdasarkan inisiatif dari pihak sekolah itu sendiri.

“Memang kita tidak bisa membagikan ke semua sekolah, tapi yang proaktif mengajukan proposal akan kami prioritaskan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Dispora Kukar telah menyalurkan bantuan perlengkapan olahraga tradisional seperti bakiak, gasing, dan belogo ke sejumlah sekolah.

Bantuan ini bukan sekadar pemenuhan sarana, melainkan langkah strategis untuk membangun kembali interaksi siswa dengan permainan tradisional yang kaya nilai-nilai kebersamaan.

“Olahraga tradisional itu tidak hanya dimainkan saat lomba tujuh belasan saja, tapi menjadi bagian dari kegiatan rutin di sekolah,” kata Aji Ari.

Ia menilai, ketika olahraga tradisional diintegrasikan ke dalam aktivitas sekolah, pelajar tidak hanya mendapatkan kesenangan bermain, tetapi juga nilai karakter seperti kerja sama, sportivitas, dan ketahanan fisik.

Dispora Kukar menempatkan sekolah sebagai pilar strategis dalam menanamkan budaya olahraga sejak dini.

Menurut Aji Ari, pembiasaan olahraga tradisional di lingkungan sekolah dapat membantu membangun generasi yang sehat, tangguh, dan tetap mencintai akar budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Untuk itu, pihaknya membuka ruang komunikasi dua arah. Sekolah yang membutuhkan sarana olahraga tradisional dapat mengajukan proposal, dan Dispora akan menghimpunnya untuk dimasukkan dalam penganggaran tahun berikutnya.

“Kalau ada banyak sekolah yang aktif, kami akan himpun dan usulkan bersama-sama,” jelasnya.

Selain bantuan fasilitas, Dispora Kukar juga mendorong sekolah-sekolah untuk memanfaatkan media sosial sebagai ruang publikasi kegiatan olahraga pelajar.

Langkah ini bertujuan memperluas jangkauan informasi dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah daerah sangat terbuka dalam memberi dukungan.

“Sekolah-sekolah yang aktif itu penting untuk jadi contoh. Semakin banyak yang ikut, semakin kuat gerakan membudayakan olahraga di Kukar,” tegasnya.

Upaya revitalisasi olahraga tradisional ini tidak hanya sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembudayaan olahraga masyarakat Kukar secara menyeluruh.

Dengan kolaborasi aktif antara sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas, olahraga tradisional diharapkan kembali menjadi identitas yang hidup di tengah generasi muda.

Dispora Kukar optimistis, semakin banyak sekolah yang terlibat, semakin kuat fondasi pembinaan olahraga dan karakter generasi pelajar Kukar di masa mendatang.

(adv/zy)