BERITAMUARA.COM– Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh perhatian serius terhadap perkembangan olahraga pikbol yang kini berkembang pesat di sekolah-sekolah. Dispora menilai guru memainkan peran sentral dalam membangun ekosistem pembinaan yang kuat sejak dini serta berkelanjutan.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyebut meningkatnya antusiasme siswa terhadap pikbol merupakan bukti nyata bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran vital dalam memajukan olahraga baru tersebut. Semangat para guru yang tak hanya mengajar di kelas, tetapi juga meluangkan waktu untuk membina siswa, menjadi fondasi utama percepatan perkembangan cabang olahraga ini.
“Peran guru sangat dominan dalam memperkenalkan dan membina olahraga pikbol di Kukar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa strategi pengembangan pikbol memang diarahkan pada sekolah sebagai pusat pembinaan dasar. Guru yang berada paling dekat dengan siswa mampu menyampaikan teknik dan aturan pikbol secara langsung dalam pembelajaran setiap hari. Bahkan, banyak guru yang secara mandiri belajar tentang pikbol untuk kemudian diaplikasikan kepada peserta didik.
“Sasaran utamanya adalah para guru terlebih dahulu. Mereka mempelajari lalu mengajarkannya kepada siswa,” tegas Aji Ali.
Menurutnya, melalui pelatihan yang tepat, para guru dapat menghasilkan bibit-bibit atlet muda berpotensi. Pikbol pun dapat berkembang bukan hanya sebagai kegiatan olahraga rekreasi, tetapi juga cabang yang memiliki peluang besar menorehkan prestasi di masa depan.
“Perkembangan pikbol selama ini juga tumbuh paling pesat di lingkungan sekolah,” ujarnya pada Sabtu (29/11/2025).
Seiring dengan semakin banyaknya sekolah yang berinisiatif membentuk komunitas dan turnamen internal pikbol, Dispora Kukar menilai bahwa pembinaan telah bergerak di arah yang tepat. Dukungan tersebut, menurutnya, harus terus ditingkatkan agar minat siswa dapat terus terjaga.
Aji Ali juga mendorong agar kolaborasi terus diperkuat, baik antar guru, sekolah, maupun komunitas olahraga di wilayah masing-masing. Dengan ekosistem yang sehat, atlet muda bisa berkembang dari level sekolah hingga event yang lebih tinggi.
Ia menekankan perlunya apresiasi bagi tenaga pendidik yang telah bekerja keras membina siswa melalui olahraga.
“Momen Hari Pendidikan menjadi sangat tepat untuk memberikan penghargaan kepada para penggiat pikbol di sekolah,” katanya.
Ia berharap dukungan terhadap guru tidak berhenti pada penghargaan saja, tetapi juga diwujudkan dalam peningkatan kompetensi dan penyediaan fasilitas latihan yang lebih memadai. Dengan begitu, pembinaan dapat berlangsung lebih profesional dan terarah untuk masa depan olahraga pikbol di Kukar.(adv/zy)