BERITAMUARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmennya menjaga efektivitas pengendalian banjir melalui penataan ulang Polder Ilham Maulana. Infrastruktur ini menjadi salah satu titik penting penanganan banjir di Sangatta, sehingga setiap perubahan fungsi ataupun aktivitas tak terkontrol berpotensi mengganggu operasional teknisnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Polder Ilham Maulana menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas sosial. Namun, pertumbuhan fasilitas publik di kawasan tersebut dinilai tidak lagi sesuai dengan fungsi dasar Polder. Banyak sarana yang dibangun tanpa pengawasan dan kini mengalami kerusakan.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Joni Abdi Setia, menyebut bahwa penataan ulang dilakukan untuk memastikan Polder tetap bekerja optimal.
“Fungsi pengendalian banjir tidak bisa terganggu. Polder ini struktur teknis, jadi semua aktivitas di sekitarnya harus mengikuti aturan yang jelas,” ujarnya.
Penataan ulang mencakup identifikasi jalur air, pemeriksaan pintu air, pembersihan area teknis, serta penertiban fasilitas yang menghalangi aliran. Pemerintah juga menilai beberapa bangunan publik perlu dipindahkan atau ditata ulang agar sistem pengendali banjir bekerja tanpa hambatan.
Selain fungsi teknis, pemerintah tetap mempertimbangkan keberadaan aktivitas publik di kawasan tersebut. Masyarakat tetap diperbolehkan memanfaatkan Polder, namun area-area tertentu akan diatur ulang agar tidak mengganggu struktur dan mekanisme kerja Polder, terutama pada musim hujan.
PUPR Kutim juga meningkatkan jadwal pemeliharaan berkala untuk memastikan sedimentasi, sampah, dan vegetasi liar tidak menghambat aliran air. Saat ini seluruh pemeliharaan masih dilakukan oleh PUPR, mengingat kebutuhan teknisnya cukup kompleks.
Joni menegaskan pentingnya langkah ini bagi keselamatan warga. “Kalau sistem banjirnya terganggu, dampaknya bisa dirasakan masyarakat luas. Karena itu penataan ulang ini wajib dilakukan,” tegasnya.
Melalui penataan ulang ini, Pemkab Kutim berharap Polder Ilham Maulana kembali berfungsi maksimal dalam mengendalikan banjir sekaligus tetap memberikan ruang aman bagi aktivitas masyarakat. Pemerintah memastikan proses penataan berlangsung terarah dan berkelanjutan. (ADV)