BERITAMUARA.COM – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga harmoni keberagaman saat memimpin prosesi peletakan batu pertama Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta, Kamis sore. Acara ini digelar di Jalan Pongtiku No. 1 dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jemaat.
Gereja baru ini dirancang untuk menampung hingga 2.200 jemaat dan dibangun di atas lahan strategis yang akan menjadi pusat aktivitas keagamaan warga Toraja di Sangatta. Bangunan berukuran 45 x 36 meter ini diproyeksikan selesai dalam waktu 3 tahun.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyinggung peran keberagaman dalam pembangunan Kutim. Ia menyebutkan bahwa kerukunan antaragama merupakan modal penting bagi keberlangsungan pembangunan.
“Keberagaman bukan hambatan, melainkan kekuatan. Kutum besar karena masyarakatnya rukun, dan pembangunan gereja ini adalah simbol nyata harmoni itu,” kata Ardiansyah.
Bupati juga mengapresiasi kerja keras panitia dan jemaat yang telah menggalang dana secara mandiri untuk memulai proses pembangunan. Ia menilai bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah wujud komitmen dalam menjaga keharmonisan daerah.
“Ketika masyarakat terlibat langsung, maka pembangunan akan berjalan lebih cepat dan lebih kuat. Pemerintah hadir mendukung, tetapi masyarakatlah penggerak utamanya,” tambahnya.
Prosesi peletakan batu pertama dipimpim oleh Bupati Kutim dan dilanjutkan oleh jajaran pemerintah darerah yang dilakukan dengan suasana penuh sukacita. Para jemaat juga bergiliran meletakkan batu sebagai simbol kebersamaan dalam membangun rumah ibadah baru.
Pembangunan gereja ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antarumat beragama dan menjadi landasan penting bagi pembinaan rohani masyarakat di Sangatta. (ADV)
