BERITAMUARA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan merilis sepuluh imbauan resmi kepada masyarakat.
Langkah ini diambil menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai intensitas hujan yang diperkirakan semakin meningkat pada akhir 2025.
“Kami ingin memastikan seluruh warga memiliki pemahaman yang benar terkait langkah mitigasi,” ujar Kepala BPBD Kutim, Sulastin.
Ia menekankan bahwa informasi yang akurat sangat diperlukan agar masyarakat tidak panik saat menghadapi hujan lebat disertai angin kencang.
Imbauan tersebut mencakup langkah dasar seperti menghindari berteduh di bawah pohon besar, memeriksa saluran air agar tidak tersumbat, hingga memastikan kendaraan tidak diparkir di titik rawan tumbang.
Masyarakat juga diminta mengamankan barang berharga dan memutus aliran listrik ketika rumah tergenang air.
Selain itu, BPBD mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang kerap terjadi selama musim hujan di beberapa kecamatan.
Upaya memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah juga ditekankan.
BPBD Kutim mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi palsu atau kabar yang belum diverifikasi, mengingat penyebaran hoaks dapat memperburuk situasi dan menghambat penanganan bencana.
Warga juga diharapkan bekerja sama dengan petugas apabila dilakukan evakuasi sementara.
Untuk memperluas jangkauan informasi, BPBD memasang imbauan di videotron yang tersebar di sejumlah kecamatan serta area publik di Sangatta.
Penyebaran melalui media visual dinilai efektif dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Banner berisi sepuluh imbauan turut dipasang di titik strategis seperti simpang empat Telkom Sangatta dan pusat aktivitas publik lainnya.
Penempatan tersebut dipilih agar informasi dapat dilihat oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga kami menyampaikan imbauan ini secara masif,” tambahnya.
Langkah mitigasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BPBD Kutim dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Dengan terbitnya imbauan ini, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya cuaca ekstrem semakin meningkat sehingga risiko bencana dapat diminimalkan.(ADV)
