BERITAMUARA.COM – Memasuki penghujung tahun 2025, wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat timbul selama musim penghujan, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki sistem drainase terbatas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, S.E., M.Si., mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, Kutim saat ini telah memasuki periode musim penghujan. Namun, kondisi cuaca masih belum stabil karena hujan tidak turun merata di seluruh wilayah.
“Informasi dari teman-teman BMKG memang kita sudah masuk musim penghujan. Namun seperti yang kita lihat, kadang pagi, siang, sore itu tidak hujan, tiba-tiba keesokan harinya hujan turun deras,” jelas Naim.
Menurutnya, beberapa kecamatan di Kutim masih mengalami kondisi kering, meski sebagian besar wilayah sudah mulai diguyur hujan. Namun, BPBD memastikan situasi di lapangan masih dapat dikendalikan dengan baik berkat pemantauan dan koordinasi lintas sektor yang rutin dilakukan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kutim telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kecamatan sejak pertengahan tahun. Edaran tersebut berisi imbauan kesiapsiagaan menghadapi dua kondisi ekstrem, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada pertengahan tahun serta musim penghujan yang dimulai pada September.
“Untuk karhutla kita kirim imbauan pada bulan Juli, sedangkan untuk musim penghujan dikirim sekitar bulan September. Semua kecamatan sudah menerima surat tersebut,” ujar Naim.
Pihaknya juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air di sekitar pemukiman. Sampah rumah tangga dan tumpukan material bangunan sering kali menjadi penyebab tersumbatnya aliran air yang berujung pada genangan bahkan banjir.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, bagi yang membangun rumah, pastikan aliran air tidak tertutup timbunan material bangunan,” pesannya.
BPBD Kutim juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipatif sedini mungkin. Dengan kesadaran bersama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, risiko bencana di musim penghujan dapat diminimalkan.(ADV)
