Bedah Buku Pesona Ulama Banjar, FAI Unikarta Hadirkan Penulis Prof. Mujiburrahman

BERITAMUARA.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar kegiatan bedah buku bertajuk Pesona Ulama Banjar dengan menghadirkan langsung penulisnya, Prof. Mujiburrahman, sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Daerah Kukar itu diikuti mahasiswa, dosen, serta civitas akademika FAI Unikarta, Selasa (12/5/2026).

Bedah buku tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat literasi sejarah Islam dan mengenalkan peran ulama Banjar dalam perkembangan dakwah di Kalimantan.

Dekan FAI Unikarta, Habib Zainuri mengatakan kegiatan tersebut sengaja diintegrasikan dengan proses pembelajaran mahasiswa, khususnya pada mata kuliah yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Islam.

Ia berharap, kehadiran Prof. Mujiburrahman dapat memberikan wawasan lebih luas kepada mahasiswa mengenai sejarah ulama-ulama besar di Kalimantan, terutama yang berasal dari Banjar dan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di wilayah Kalimantan.

Dia menjelaskan, materi yang dibahas dalam buku tersebut selaras dengan sejumlah mata kuliah di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), seperti Sejarah Kebudayaan Islam serta Kapita Selekta.

“Di dalamnya juga membahas tentang para ulama-ulama,” terang Habib Zainuri.

Dia menilai, penting bagi mahasiswa untuk memahami sejarah ulama lokal sebagai bagian dari identitas keislaman dan budaya masyarakat Kalimantan.

Terlebih,pengaruh ulama Banjar tidak hanya berkembang di Kalimantan Selatan, tetapi juga menyebar ke berbagai wilayah Kalimantan, termasuk Kukar.

Kegiatan akademik seperti bedah buku menjadi ruang penting untuk membuka wawasan mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan daerah.

Ia juga berharap mahasiswa dapat lebih mengenal sejarah para ulama yang memiliki kontribusi besar dalam penyebaran Islam di Kalimantan.

“Mudah-mudahan nanti dengan apa yang disampaikan beliau, ini bisa kita lebih melek lagi terhadap sejarah-sejarah ulama kita yang ada di Kalimantan khususnya,” pungkasnya. (rs)