BERITAMUARA.COM – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan dilakukan pendataan menyeluruh terhadap anak-anak dari para karyawan perusahaan yang bekerja di wilayah Kutim, langkah ini dilakukan untuk memperluas intervensi pemerintah dalam peningkatan akses pendidikan bagi keluarga pekerja.
Bupati menyampaikan bahwa masih banyak tenaga kerja pendatang yang datang bersama keluarga, namun belum mengurus pendidikan anaknya.
Kondisi ini menyebabkan adanya kesenjangan data antara jumlah anak usia sekolah dan angka partisipasi pendidikan di lapangan.
Pendataan tersebut akan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan pemerintah kecamatan. Mereka diarahkan melakukan pemutakhiran data langsung ke perusahaan, termasuk perkebunan, pertambangan, dan industri pendukung lainnya.
“Pendataan total ini penting agar kita mengetahui kebutuhan riil anak-anak karyawan, mulai dari akses sekolah hingga dukungan fasilitas belajar,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, data yang akurat akan memudahkan pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan pendidikan serta memetakan kebutuhan pembangunan sekolah baru.
Ardiansyah juga menegaskan bahwa perusahaan perlu mendukung proses pendataan ini dengan menyediakan informasi lengkap dan transparan terkait keluarga karyawan.
Hal ini penting untuk memastikan seluruh anak karyawan mendapatkan hak pendidikan tanpa terkecuali.
Pemkab Kutim juga mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi jangka panjang.
Sekolah tersebut akan menjadi pusat pendidikan terpadu bagi keluarga kurang mampu dan pekerja sektor informal.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Kutim, tanpa melihat status pekerjaan orang tuanya, mendapatkan akses pendidikan yang adil dan merata,” tutupnya.(ADV)
