BERITAMUARA.COM – Cabang olahraga (cabor) akuatik Kutai Kartanegara (Kukar) siap menampilkan kekuatan terbaiknya dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim 2025.
Ketua Akuatik Kukar Novia Wulandari Damansyah menyatakan optimisme tinggi bahwa timnya akan mampu mempersembahkan medali emas bagi daerah.
“Kebetulan memang kami menargetkan sebanyak-banyaknya medali, cuma kemarin di awal sempat ada perubahan venue karena tuan rumah sebelumnya belum memiliki fasilitas sesuai standar,” ujar Novi usai menghadiri pelepasan kontingen Kukar, Senin (10/11/2025).
Awalnya, venue cabang olahraga renang di Popda 2025 direncanakan di luar Kukar. Namun, karena keterbatasan fasilitas standar di daerah lain, akhirnya Kukar resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan cabor akuatik.
“Dari awal ada dua pilihan, karena di Kaltim yang punya kolam renang sesuai standar itu hanya Balikpapan dan Kukar. Setelah bersurat dan koordinasi, akhirnya Kukar menerima menjadi tuan rumah,” jelas Novi.
Keputusan ini menjadi momentum penting bagi Akuatik Kukar untuk membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pusat pembinaan renang terbaik di Kaltim.
Dalam ajang kali ini, Akuatik Kukar menurunkan 12 atlet, terdiri dari 8 atlet putra dan 4 atlet putri.
Jumlah ini disesuaikan dengan potensi dan kesiapan para perenang berdasarkan hasil evaluasi bersama tim pelatih dan bidang prestasi.
“Awalnya kami dapat kuota 8 cowok dan 8 cewek, tapi karena potensi atlet cewek kami belum sebanyak itu, akhirnya kami kirim 4 atlet putri dan 8 atlet putra. Ini bukan soal kuantitas, tapi soal kesiapan dan peluang medali,” tegas Novi.
Potensi besar tim Akuatik Kukar bukan tanpa alasan. Salah satu atlet andalan mereka bahkan baru saja menorehkan prestasi di tingkat internasional.
“Kita punya jagoan, salah satu atlet kita kemarin membawa nama Indonesia di kompetisi renang di Malaysia dan berhasil meraih medali emas,” ujar Novi.
Dengan kehadiran atlet berpengalaman itu, pihaknya optimistis Kukar bisa menyapu bersih beberapa nomor unggulan.
“Untuk dia sendiri saja, kami yakin bisa menyumbang 4 sampai 5 medali emas. Mudah-mudahan hasilnya sesuai target,” tambahnya.
Selain mengejar prestasi, Novi menekankan pentingnya pembinaan mental bagi para atlet muda. Sebab, sebagian besar peserta dari cabang akuatik Kukar masih berusia SMP hingga SMA.
“Rata-rata usia atlet kita SMP ke SMA. Jadi selain latihan fisik dan teknik, kami juga menjaga mental mereka agar tetap stabil. Karena kalau mentalnya goyah, hasilnya juga bisa terpengaruh,” ujarnya.
Ia menyebut, Popda bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang proses pembinaan jangka panjang bagi atlet-atlet muda Kukar agar siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami harap dukungan dan doa masyarakat Kukar agar anak-anak ini bisa tampil maksimal. Kami ingin akuatik Kukar tidak hanya berprestasi di daerah, tapi juga menjadi lumbung atlet nasional,” tutupnya. (adv/zy)