BERITAMUARA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan merampungkan pembangunan gedung baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Muara Wahau. Sekolah ini kini telah resmi beroperasi di lokasi baru, yaitu di Desa Benhes.
Sebelumnya, kondisi SMPN 3 Muara Wahau, yang telah berdiri sejak tahun 2018, jauh dari ideal. Sekolah tersebut berdiri di atas lahan yang sangat terbatas, hanya berukuran 30 x 40 meter persegi, dengan fasilitas bangunan yang minim dan memprihatinkan.
Fasilitas awal sekolah itu hanya terdiri dari 2 ruang kelas dan 1 ruang guru. Kondisi tersebut, menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikbud Kutim, Ilham, menjadi tantangan utama dalam pengembangan sekolah.
Ilham menjelaskan bahwa keinginan untuk merehabilitasi sekolah sudah ada sejak lama. Namun, terkendala oleh ukuran lahan yang kecil dan status tanah yang tidak memenuhi standar, sehingga sekolah tidak bisa menerima Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Selain itu, kami sudah lama ingin merehab sekolah tersebut, hanya saja lahannya kecil dan status tanah tidak memenuhi standar sehingga tidak bisa menerima DAK, alhamdulillah yang sekarang sudah berdiri di atas lahan 2 hektare,” ujarnya.
Kini, dengan kepindahan ke lokasi baru, SMPN 3 Muara Wahau menempati lahan yang jauh lebih luas, yakni 2 hektare, membuka peluang besar untuk pengembangan sarana dan prasarana. Gedung baru ini dirancang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Secara fisik, sekolah tersebut kini memiliki 7 ruang kelas yang terbagi dalam dua kompleks bangunan. Gedung A terdiri dari 3 ruang kelas, sementara Gedung B menampung 4 ruang kelas, memberikan kapasitas yang memadai bagi siswa di wilayah tersebut.
Pihak Disdikbud Kutim juga telah melengkapi fasilitas penunjang lainnya di lokasi baru ini. Sarana seperti laboratorium IPA, laboratorium komputer, dan perpustakaan telah tersedia untuk mendukung proses pembelajaran. Peningkatan fasilitas ini berdampak signifikan terhadap minat masyarakat.
“Seperti kita ketahui, bahwa dulu SMPN 3 Muara Wahau jarang diminati karena fasilitasnya tidak mencukupi, dengan adanya gedung baru masyarakat sangat antusias,” imbuhnya.
Tidak berhenti di sana, rencana pengembangan fasilitas masih terus berlanjut. Disdikbud menargetkan pada tahun ini, SMPN 3 Muara Wahau akan disempurnakan dengan pembangunan musala, ruang bimbingan konseling (BK), dan pemasangan pagar sekolah sebagai upaya melengkapi kebutuhan non-akademik siswa.
Dengan fasilitas baru yang representatif ini, SMPN 3 Muara Wahau diharapkan dapat melayani kebutuhan pendidikan menengah bagi tiga desa di sekitarnya, yakni Desa Benhes, Desa Dabeq, dan Desa Diaq Lay. Sekolah ini akan menampung lulusan dari empat Sekolah Dasar (SD) utama, yaitu SDN 05 Muara Wahau, SDN 06 Muara Wahau, SDN 11 Muara Wahau, dan SD Astra Agro.
Kebutuhan tenaga pengajar di SMPN 3 Muara Wahau juga telah dipenuhi, bahkan mengalami penambahan signifikan, termasuk hadirnya Guru Agama Islam yang sebelumnya belum tersedia. Ini merupakan upaya untuk mengakomodasi keberagaman siswa.
“Tenaga pendidiknya cukup, ada 4 pegawai negeri, ada 4 yang P3K, sama 4 yang honorer, sekarang tambah Guru Agama Islam karena disana ada juga masyarakat yang Islam walaupun mayoritas non Islam,” pungkasnya. (ADV)
