BERITAMUARA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) menyiapkan program rehabilitasi sawah sebagai langkah lanjutan untuk mengoptimalkan kembali lahan pertanian yang sempat ditinggalkan.
Program ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas produksi padi daerah.
Program rehab sawah tersebut menyasar Lahan Baku Sawah (LBS) yang sebelumnya produktif namun tidak lagi dimanfaatkan karena berbagai faktor.
Kondisi ini dinilai merugikan karena berpotensi menghambat pencapaian ketahanan pangan daerah apabila tidak dilakukan pemulihan secara menyeluruh.
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa kegiatan rehabilitasi diarahkan hanya pada lahan yang memiliki prospek keberlanjutan jangka panjang.
“Rehab hanya dilakukan pada lahan yang masih memiliki sumber air dan kelompok tani yang siap mengolah dan kami tidak ingin sawah yang direhab kembali ditinggalkan,” ujarnya.
Target pelaksanaan rehab sawah tahun mendatang diperkirakan mencapai ±500 hektare.
Angka tersebut ditetapkan berdasarkan inventarisasi Lahan Baku Sawah yang telah dilakukan di sejumlah kecamatan dan dinilai masih memiliki potensi produksi jika dipulihkan melalui dukungan teknis yang tepat.
Dessy menegaskan bahwa pemulihan sawah terlantar bukan sekadar membuka kembali lahan, namun memastikan kesiapan seluruh faktor pendukung.
“Fokus kita bukan hanya lahan yang terbuka, tapi lahan yang produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
DTPHP akan melakukan verifikasi teknis berbasis kriteria ketat, terutama terkait ketersediaan air dan kesiapan petani.
Pendampingan penyuluh pertanian akan diperkuat untuk memastikan lahan yang direstorasi dapat langsung masuk ke kalender tanam tanpa menunggu waktu lama.
Selain itu, pemerintah juga menyelaraskan program ini dengan upaya peningkatan sarana produksi seperti penyediaan benih unggul dan dukungan alat mesin pertanian.
Dengan upaya pemulihan ±500 hektare sawah terlantar, Pemkab Kutim berharap peningkatan produksi padi dapat terjadi secara bertahap namun berkelanjutan.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan seluruh potensi sawah secara maksimal.(ADV)
