Cetak Sawah Baru 1.150 Hektare, DTPHP Kutim Siapkan Ekspansi Produksi Mulai 2026

BERITAMUARA.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) terus memacu peningkatan produksi padi. Salah satu langkah strategisnya adalah program cetak sawah baru seluas 1.150 hektare yang akan dilaksanakan di enam kecamatan mulai awal tahun 2026.

Program ini sepenuhnya didukung pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa program ini menjadi salah satu pilar utama untuk memperluas basis produksi padi dan mengejar target swasembada pangan daerah.

Studi kelayakan atau Survei Investigasi dan Desain (SID) seluruh lokasi telah rampung, sehingga pelaksanaan fisik tinggal menunggu proses kontraktual.

“Target cetak sawah untuk 2026 mencapai 1.150 hektare yang tersebar di enam kecamatan. SID-nya sudah selesai, sehingga tahun depan tinggal masuk tahap kontrak dan pelaksanaan fisik,” jelas Dessy.

Menurutnya, dukungan APBN menjadi faktor kunci sehingga program perluasan lahan dapat berjalan lebih cepat tanpa terbebani kondisi APBD yang tengah mengalami efisiensi.

Dengan perluasan lahan tersebut, Kutim diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tanam serta memperluas cakupan wilayah produksi yang sebelumnya terbatas.

Dessy menegaskan bahwa program cetak sawah bukan hanya membuka lahan baru, tetapi juga memastikan adanya dukungan teknis, sistem irigasi yang memadai, hingga pendampingan kepada kelompok tani agar lahan yang dibuka benar-benar produktif.

“Dengan adanya cetak sawah baru ini, kami berharap produksi padi Kutim meningkat signifikan, hal ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah,” tambahnya.

DTPHP Kutim akan mengawal seluruh tahapan, mulai dari persiapan administrasi, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga pendampingan lapangan.

Tujuannya agar lahan yang dicetak tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap produksi pangan daerah.

Dengan rencana perluasan ini, Kutim menargetkan akselerasi produksi padi pada dua hingga tiga tahun mendatang dapat tercapai, sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian sebagai pilar pembangunan daerah.(ADV)