DTPHP Kutim Prioritaskan Ketahanan Pangan, Fokus Genjot Produksi Padi Tahun Ini

BERITAMUARA.COM — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa fokus kerja pada tahun ini diarahkan sepenuhnya untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, terutama melalui peningkatan produksi padi.

Penegasan ini disampaikan Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, dalam pemaparannya mengenai program dan arah kebijakan dinas.

Dessy menjelaskan bahwa komoditas padi menjadi prioritas utama karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus indikator utama swasembada pangan.

Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya penguatan pangan daerah, sehingga Kutim terus mengakselerasi berbagai program strategis untuk mendukung agenda nasional tersebut.

“Kami tetap fokus pada upaya peningkatan swasembada pangan, terutama padi, ini sesuai instruksi Presiden agar daerah memperkuat kapasitas produksi pangannya masing-masing,” ujar Dessy.

Pada tahun ini, sebagian besar program DTPHP Kutim didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Hal itu terjadi karena APBD II mengalami efisiensi, sehingga porsi pendanaan dari pemerintah daerah tidak dapat sebesar tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, Dessy menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen dinas dalam mencapai target produksi.

Menurut Dessy, optimalisasi APBN justru membuka ruang untuk memperluas kegiatan teknis di lapangan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas, penguatan kelompok tani, serta pengembangan sarana produksi pangan.

Selain memastikan ketersediaan lahan dan sarana pendukung, dinas juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan kelompok tani agar program berjalan optimal.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga konsistensi perencanaan, pengawalan teknis, serta partisipasi aktif petani dalam menerapkan praktik budidaya yang baik.

“Ketahanan pangan tidak bisa dicapai sendiri, harus ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani dengan pola kerja seperti ini, kami optimistis target tahun ini tercapai,” ungkap Dessy.

Dengan fokus dan arahan yang lebih terukur, DTPHP Kutim berharap program peningkatan produksi padi tahun ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Kutim.(ADV)