BERITAMUARA.COM – Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius pihak SD Negeri 4 Sangatta Utara. Meskipun tidak tergolong parah, pihak sekolah tetap berupaya melakukan pencegahan dan penanganan secara edukatif agar peserta didik memahami dampak buruk dari perilaku tersebut.
Kepala Sekolah SDN 4 Sangatta Utara, Heri Junaidi, menjelaskan bahwa dengan jumlah siswa mencapai 698 orang, gesekan antar anak tentu tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun, pihaknya memiliki mekanisme penanganan yang menekankan pendekatan pembinaan, bukan hukuman.
“Kalau masalah bullying di sekolah pasti ada, karena jumlah siswanya banyak. Biasanya berupa ejekan atau olok-olokan antar teman. Kami menanganinya dengan cara memanggil anak yang terlibat dan membuat surat pernyataan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Heri.
Surat pernyataan tersebut tidak hanya ditandatangani oleh siswa, tetapi juga diketahui oleh orang tua agar mereka turut memantau dan mendampingi anak di rumah. Langkah ini dianggap efektif untuk memberikan efek jera sekaligus membangun komunikasi antara sekolah dan orang tua.
Selain itu, pihak sekolah juga memiliki assessment anti-bullying berupa lembar evaluasi yang diberikan kepada siswa dan orang tua. Melalui lembar tersebut, sekolah dapat mendeteksi lebih dini apakah seorang siswa pernah menjadi korban, pelaku, atau saksi perundungan di sekolah.
“Assessment ini kami buat agar guru dan orang tua bisa mengetahui jika ada anak yang merasa tidak nyaman atau menjadi korban ejekan di sekolah. Jadi penanganannya bisa lebih cepat dan bersama-sama,” tambahnya.
Heri menegaskan, jika ditemukan kasus yang tergolong berat atau melibatkan kekerasan fisik, sekolah tidak akan ragu untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau Dinas Pendidikan. Namun, sejauh ini, semua kasus yang muncul masih bisa diselesaikan secara internal melalui pendekatan kekeluargaan dan konseling.
Menurutnya, kunci utama dalam mencegah perundungan adalah membangun empati dan karakter siswa melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan serta pembiasaan perilaku positif sejak dini. Program Sekolah Ramah Anak yang telah dijalankan sejak 2019 menjadi salah satu wadah untuk menanamkan nilai tersebut.
Dengan berbagai upaya tersebut, SDN 4 Sangatta Utara berharap lingkungan belajar di sekolah tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.
“Kami ingin anak-anak merasa betah di sekolah. Kalau suasananya menyenangkan, mereka juga akan belajar dengan lebih baik,” tutup Heri.(ADV)
