FGD Kajian TPST, Pemkab Kutim Teguhkan Komitmen Pengelolaan Sampah Modern

BERITAMUARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelayakan Teknis, Ekonomi, dan Lingkungan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Kegiatan digelar di Hotel Victoria Sangatta, Selasa, 11 November 2025.

FGD ini menjadi wadah untuk menyatukan pandangan lintas sektor dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis teknologi dan efisiensi. Pemerintah ingin agar pengelolaan lingkungan tidak hanya berorientasi pada penanganan limbah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola lingkungan daerah.

“Kita ingin pengelolaan sampah di Kutai Timur tidak lagi bersifat konvensional. Kita bergerak ke arah sistem modern yang menggabungkan efisiensi teknologi, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Noviari, TPST nantinya akan berfungsi sebagai pusat pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah. Ia menyebut, dengan sistem tersebut, sampah yang sebelumnya menjadi masalah dapat diubah menjadi peluang ekonomi baru.

“Sampah itu tidak selalu kotor. Kalau dikelola dengan benar, ia bisa jadi sumber daya yang menghidupi masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan FGD juga membahas tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam perencanaan pembangunan TPST. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan akademisi, masyarakat, dan dunia usaha agar solusi yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan berkelanjutan.

Selain itu, pembahasan juga mencakup konsep sanitary landfill yang akan diterapkan di TPA, menggantikan sistem lama yang sudah tidak sesuai dengan standar nasional. Upaya ini dilakukan agar limbah yang tersisa dapat dikelola dengan aman dan ramah lingkungan.

Melalui forum ini, pemerintah berupaya memperkuat fondasi kebijakan pengelolaan sampah daerah berbasis ilmu pengetahuan. FGD menjadi langkah konkret dalam merancang kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan dan kesejahteraan publik.

Noviari menegaskan, Pemkab Kutim akan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

“Kita ingin Kutim menjadi contoh daerah yang berhasil mengubah masalah menjadi potensi. Dari sampah, kita bangun kemandirian,” tutupnya. (ADV)