BERITAMUARA.COM – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) terus mendorong penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Tahun 2025, fokus utama diarahkan pada pembangunan 200 rumah baru serta rehabilitasi 500 rumah yang masuk kategori tidak layak huni.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Perkim Kutim, Akhmad Iip Makruf, menyebut bahwa angka tersebut merupakan bagian dari target pembangunan lima tahun untuk menghadirkan 1.000 rumah baru.
“Program pembangunan rumah ini sudah menjadi prioritas. Lima tahun kami siapkan 1.000 unit rumah baru,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa persebaran penerima bantuan tahun ini masih disusun lebih rinci. Meski demikian, Akhmad Iip memastikan bahwa 18 kecamatan di Kutim bakal mendapat porsi bantuan sesuai kebutuhan masing-masing. Tahun sebelumnya, bantuan sudah berjalan di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.
Terkait respons warga, Iip memastikan bahwa tidak ada seorang pun penerima yang menolak atau meminta bantuan berupa uang. Justru pemerintah terus menerima permohonan baru dari masyarakat.
“Banyak permohonan masuk. Warga sangat antusias. Tidak ada yang menolak,” ujarnya.
Selain menyasar masyarakat miskin, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas permukiman di kawasan kumuh. Pemerintah menganggap bahwa peningkatan fisik hunian adalah salah satu cara memperbaiki kualitas lingkungan dan menekan persoalan sosial.
Tahun 2025 juga menjadi momen penting karena pemerintah memutuskan untuk menerapkan standar baru rumah bantuan, yakni model knockdown ramah lingkungan. Desain ini juga telah diterapkan di beberapa rumah di Sangatta Selatan. “Sistemnya knockdown dan tidak memakai kayu lagi,” kata Iip.
Untuk anggaran, rumah baru dibangun dengan biaya sekitar Rp116 juta per unit. Sedangkan perbaikan rumah dialokasikan Rp50 juta hingga Rp60 juta, tergantung tingkat kerusakan. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh mulai dari atap, dinding, hingga struktur utama.
Iip menegaskan bahwa proses rehabilitasi besar-besaran baru dilakukan dimulai tahun ini. Meski demikian, pembangunan rumah baru sudah dimulai sejak tahun lalu dengan total 120 unit. (ADV)
