BERITAMUARA.COM — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kutai Kartanegara (Kwarcab Kukar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memajukan kegiatan kepramukaan di seluruh Kukar. Upaya ini menjadi bagian dari fokus kepemimpinan Ketua Kwarcab Kukar periode 2025–2030, Aji Ali Husni, yang menyadari bahwa era saat ini menuntut adaptasi dan kerja bersama untuk menjawab tantangan pembinaan pemuda.
Ia menyebutkan bahwa Pramuka tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga lembaga-lembaga yang memiliki peran dalam pengembangan generasi muda.
“Kami ingin memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung perkembangan Gerakan Pramuka di Kutai Kartanegara,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Aji Ali menegaskan bahwa sebagai organisasi mitra pemerintah, Pramuka harus bersinergi dengan OPD yang memiliki keterkaitan langsung terhadap pembinaan karakter dan keterampilan. Melalui OPD, Kwarcab ingin memastikan bahwa arah gerak pembinaan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan daerah maupun nasional.
Menurutnya, salah satu bentuk sinergi yang menjadi prioritas adalah revitalisasi Satuan Karya Pramuka (SAKA). SAKA dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan bekal keterampilan praktis yang relevan dengan dunia kerja. “Kami juga akan mendorong OPD-OPD yang memiliki SAKA untuk mengaktifkan kembali satuan komunitasnya,” tegasnya.
Selain itu, sektor pendidikan menjadi mitra penting dalam memperkuat pangkalan Pramuka di sekolah-sekolah. Ia menilai bahwa dengan dukungan Dinas Pendidikan, kegiatan kepramukaan dapat terarah dan terintegrasi dengan kurikulum maupun pembentukan profil Pelajar Pancasila.
“Kerja sama terstruktur ini akan membuat kegiatan kepramukaan di sekolah lebih terarah dan sesuai kebutuhan kurikulum,” jelasnya.
Dengan koordinasi yang kuat, Aji Ali optimistis bahwa kegiatan pembinaan dapat menjangkau seluruh peserta didik, mulai tingkat SD hingga SMA, sehingga regenerasi Pramuka di Kukar berjalan tanpa hambatan. Ia menilai peningkatan jumlah anggota aktif menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan yang akan terus dipantau setiap tahun.
Aji Ali juga menyoroti pentingnya menjaga relevansi Pramuka di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku sosial generasi muda. Pendidikan karakter yang menjadi keunggulan Pramuka harus mampu diimplementasikan dengan pendekatan yang adaptif dan inovatif agar tetap diminati.
Ia memastikan bahwa strategi berbasis kolaborasi ini akan menjadi fondasi utama lima tahun ke depan dalam membentuk Pramuka yang unggul, kreatif, serta siap menghadapi tantangan zaman.
“Kwarcab Kukar optimis dapat terus menjadi wadah pendidikan karakter yang aman, berkualitas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(adv/zy)