BERITAMUARA.COM – Upaya penurunan angka pengangguran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki tahap baru.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar kini memperluas kolaborasi dengan perusahaan dan organisasi kepemudaan untuk memperkuat basis data tenaga kerja muda.
Strategi ini dinilai menjadi kunci agar penyerapan tenaga kerja lokal berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pihaknya saat ini fokus melakukan pendataan dan pemetaan pemuda di berbagai kecamatan.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Bupati Kukar agar perusahaan yang beroperasi di wilayah ring 1 dan ring 2 memberi prioritas bagi tenaga kerja lokal.
“Contohnya di Tabang, kami sudah dibuka bicara oleh Pak Bupati dengan kawan-kawan di perusahaan IP, bahwa wilayah ring 1 dan ring 2 harus menjadi prioritas,” ujar Aji Ali, Minggu (16/10/2025).
Pendataan Berbasis Jejaring OKP dan KNPI
Dispora Kukar tidak bekerja sendiri. Aji Ali menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP), terutama KNPI, untuk melakukan pendataan langsung di lapangan.
“Ini kami lagi tengah melakukan mapping dengan kawan-kawan OKP, khususnya KNPI. Mereka kan tersebar sampai di kecamatan. Nah ini yang menjadi alat kami untuk melakukan pendataan di wilayah,” jelasnya.
Ia menyebut pendataan ini menjadi fondasi untuk merumuskan program penurunan pengangguran yang lebih presisi.
Dengan kata lain, pemerintah ingin mengetahui siapa saja pemuda yang membutuhkan pekerjaan, kemampuan mereka, hingga kebutuhan pelatihan yang harus disiapkan.
“Data ini penting. Dari data inilah kami akan membuat kebijakan-kebijakan strategis untuk penurunan pengangguran,” tegasnya.
Dispora Kukar juga mendorong pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk terlibat aktif.
Menurut Aji Ali, tanpa kontribusi daerah, proses pendataan akan pincang dan risiko ketidaktepatan data semakin besar.
“Dispora tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah kecamatan, desa, kelurahan juga harus ikut. Ini bukan hanya program Dispora, tapi kebutuhan daerah,” ungkapnya.
Selain memperkuat data, Dispora Kukar juga meminta perusahaan, khususnya sektor pertambangan dan perkebunanuntuk lebih terbuka dalam menyerap tenaga kerja muda Kukar.
Aji Ali menekankan bahwa dukungan perusahaan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program penurunan pengangguran.
“Kami imbau perusahaan-perusahaan di Kukar agar terlibat aktif mendukung penyerapan tenaga kerja lokal. Pengangguran adalah persoalan bersama yang harus kita hadapi secara kolaboratif,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi dari pemuda itu sendiri. Menurutnya, program pemerintah tidak akan berjalan optimal jika tidak ada semangat dari para pencari kerja muda.
“Harapan kami, pemuda yang tersebar di seluruh Kukar juga semangat. Jangan sampai pemerintah mengajak, tapi justru tidak direspons,” pesannya.
Dengan langkah-langkah ini, Aji Ali berharap mampu mewujudkan ekosistem pengembangan pemuda yang lebih terstruktur.
Program tidak lagi sekadar pelatihan, tetapi terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan peluang kerja nyata.
“Mari sama-sama kita mengatasi persoalan yang selalu hadir setiap tahun,” tutup Aji Ali. (adv/zy)