Minim Anggaran 2025, KORMI Kukar Harap Dispora Terus Fasilitasi Pengembangan Olahraga Tradisional

BERITAMUARA.COM — Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kukar, Lukman, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program olahraga masyarakat tahun 2025 akan sepenuhnya bergantung pada dukungan kegiatan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Ia tidak menampik bahwa perlombaan olahraga tradisional selama ini belum berlangsung secara masif, terutama karena keterbatasan keikutsertaan pada agenda kompetisi di luar daerah.

“Tidak, belum masif. Kenapa memang, ya tadi saya bilang bukan berarti kita ingin mengeluh, karena kita ya. Ketika ada lomba kemana, ya kita pilih sendiri tuh,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Lukman menjelaskan bahwa pada tahun–tahun sebelumnya dukungan anggaran masih terbantu melalui pos aspirasi DPR. Namun sekarang hal itu tidak bisa lagi dilakukan karena ia tidak ingin memasukkan kegiatan melalui mekanisme hibah.

“Kalau tahun tahun sebelumnya, saya kan masih enak tuh, saya di DPR bisa kan titip ke anggaran 100K, 200K. Cuma kan saya tidak mau dalam bentuk hibah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa arah anggaran harus tetap berada di bawah program Dispora agar seluruh kegiatan KORMI terdata dan terkelola dengan baik.

“Saya masuk ke Dispora, menggunakan bentuk kegiatan,” ujarnya.

Namun memasuki tahun 2025, Lukman mengakui tidak ada alokasi khusus untuk KORMI di luar kegiatan yang bersumber murni dari Dispora.

“Kalau tahun 2025 kan tidak ada sama sekali nih. Hanya murni dari anggaran kegiatan Dispora,” katanya.

Meski demikian, KORMI memastikan tetap akan mengikuti perlombaan maupun agenda pengembangan olahraga masyarakat sesuai program yang telah disusun sepanjang tahun.

“Ini ada nih kegiatan. Jadi kita akan ikut sesuai dari program-program yang sudah kita susun,” pungkasnya.

Lukman berharap sinergi KORMI dan Dispora berjalan semakin kuat agar olahraga tradisional tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan menjadi wadah kebanggaan masyarakat. Ia menilai dengan fasilitas dan dukungan pemerintah, olahraga tradisional dapat menjadi identitas kultur sekaligus potensi prestasi daerah.

Selain itu, ia mengajak masyarakat Kukar untuk turut memberi perhatian pada olahraga tradisional dan menjadikannya bagian gaya hidup aktif serta pelestarian budaya. KORMI juga siap menjalin kerja sama dengan komunitas untuk memperluas kegiatan olahraga masyarakat di berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara.(adv/zy)