KORMI Dorong Promosi Olahraga Tradisional Kukar: Gasing dan Sumpit Dianggap Punya Potensi Nasional

BERITAMUARA.COM — Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kutai Kartanegara, Lukman, menegaskan komitmennya untuk terus mengangkat olahraga tradisional lokal agar semakin dikenal secara nasional.

Menurutnya, olahraga tradisional di Kukar sejatinya memiliki potensi besar dan telah lama menjadi bagian identitas budaya masyarakat.

Namun, belum semua diekspos secara luas sehingga belum sepenuhnya mendapat perhatian nasional.

“Sebenarnya minatnya sebenarnya besar sebenarnya, kan belum terekspos,” ungkap Lukman pada Selasa (25/11/2025).

Ia mengatakan salah satu olahraga tradisional yang paling membanggakan adalah Gasing.

Bahkan, Gasing telah masuk dalam kategori olahraga tak benda di tingkat nasional.

“Gasing itu sebenarnya primadona kita di sini. Gasing sudah masuk sebagai olahraga tak benda. Nasionalnya selalu sudah dihargai,” tambahnya.

Selain Gasing, cabang olahraga Sumpit juga menjadi fokus perhatian KORMI. Namun saat ini sumpit masih dalam proses seleksi untuk masuk sebagai olahraga yang dikategorikan resmi oleh pemerintah pusat.

“Kita berharap sumpit salah satu olahraga yang dianggap. Kalau secara Kalimantan, sekitar Kalimantan Timur, Etam di Tenggarong malah yang meragami,” jelasnya.

Lukman mengungkapkan bahwa setiap daerah memiliki ciri khas dalam memainkan olahraga tradisionalnya.

Ia mencontohkan Belogo, yang meskipun dimainkan di banyak wilayah, tetap memiliki perbedaan karakter.

“Contoh Belogo, kita ada Belogo di sini. Belogo kita ada yang kering pakai tanah,” ucapnya.

Namun pada ajang Pekan Olahraga Nasional (Purnas), jenis Belogo yang dilombakan adalah Belogo menggunakan karpet, seperti yang dipakai masyarakat Banjarmasin.

Hal tersebut memengaruhi kesiapan KORMI Kukar untuk menyesuaikan karakter olahraga lokal agar lebih diterima secara nasional.

Lukman berharap adanya ruang yang lebih besar bagi olahraga tradisional dari Kukar untuk tampil di kancah nasional tanpa kehilangan karakter aslinya.

Ia menilai pelestarian olahraga tradisional harus berjalan berdampingan antara budaya dan prestasi.

“Bagaimana kita bisa menyesuaikan dengan kondisi di mana olahraga kita ini sesuai dari masing-masing daerah,” pungkasnya.(adv/zy)