BERITAMUARA.COM– Kormi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat struktur organisasi olahraga masyarakat hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Upaya ini dilakukan agar Kormi tidak hanya aktif di tingkat kabupaten, tetapi benar-benar hadir dekat dengan masyarakat.
Ketua Kormi Kukar, Lukman, menyampaikan bahwa pembentukan Korwil Kormi Kecamatan menjadi terobosan penting dalam strategi pengembangan olahraga masyarakat.
“Sampai dengan tahun ini, hanya di Kutai Kartanegara di wilayah Kalimantan Timur yang membentuk yang namanya Korwil-Kormi Kecamatan,” ungkapnya, Selasa (25/11/2025).
Dari 20 kecamatan di Kukar, sebanyak 14 kecamatan sudah terbentuk Korwil Kormi. Sisanya masih dalam proses pemantapan kepengurusan.
“Dari 20 kecamatan, kita sudah terbentuk ada 14 kecamatan. Yang belum hanya Kembang Janggut, Tenggarong Seberang, dan wilayah pantai ada 4 yang belum terbentuk,” jelas Lukman.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Korwil bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi langkah nyata untuk memperluas kegiatan olahraga masyarakat hingga daerah pelosok.
“Kita harapkan Kormi tidak hanya berada pada tingkat kabupaten, tapi tingkat kecamatan sampai tingkat desa kelurahan harus terbentuk,” tegasnya.
Lukman menepis anggapan bahwa Kormi berkompetisi dengan KONI dalam urusan olahraga. Menurutnya, kedua lembaga memiliki fungsi berbeda namun tujuan sama untuk menguatkan dunia olahraga.
“Bukan berarti kita ingin bedakan antara KONI dengan Kormi, tidak ya. Walaupun secara filosofinya memang beda.
KONI itu olahraga prestasi, Kormi olahraga masyarakat, tapi tujuan akhirnya adalah prestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan olahraga masyarakat tidak berhenti pada event semata. Setelah kegiatan berjalan, Kormi menindaklanjuti dengan penempatan titik aktivitas olahraga rutin.
“Misalkan senam itu kalau sudah kita adakan hari ini, terus senamnya di mana? Kita minta teman-teman Kormi untuk tampil di daerah-daerah seperti Muara Kaman,” ungkapnya.
Menurut Lukman, semakin banyak ruang bergerak bagi masyarakat, maka kesadaran untuk berolahraga semakin kuat. Kormi ingin olahraga menjadi gaya hidup, bukan kegiatan seremonial.
“Tujuan kita agar masyarakat bergerak setiap hari, rutin, dan menjadikan olahraga kebutuhan,” katanya.
Ia memastikan Kormi Kukar akan terus menciptakan inovasi agar olahraga berbasis rekreasi dan budaya semakin diterima oleh masyarakat.
“Terobosan-terobosan akan terus kami lakukan. Yang penting masyarakat terlibat langsung, bukan hanya menonton,” tutup Lukman.(adv/zy)