BERITAMUARA.COM – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berpartisipasi dalam Festival Yupa yang digelar di Muara Kaman.
Ketua Kormi Kukar, Lukman mengatakan bahwa pihak panitia Festival Yupa memberikan kesempatan bagi Kormi untuk menampilkan atraksi olahraga tradisional di halaman Museum Yupa.
“Ada undangan dari Festival Yupa di Muara Kaman. Jadi kemarin kita diberi jatah untuk atraksi di halaman museum,” ucapnya pada Selasa (25/11/2025)
Dalam momentum ini, Kormi Kukar berencana menghadirkan tim terbaik dari sejumlah Inorga. Salah satunya berasal dari Portina yang sebelumnya berhasil meraih juara tiga di NTB.
“Dari Inorga kita, dari Portina, insya Allah yang hadir teman-teman yang kemarin menang di NTB, baik itu Enggrang maupun yang lari balok,” jelasnya.
Lukman menyebutkan bahwa cabang lari balok akan diperkuat sekitar empat atlet. Pihaknya juga masih mencoba menambah jenis atraksi tradisional lain agar tampil lebih meriah.
“Ada lari balok, itu ada sekitar 4 orang. Saya masih koordinasi sama pengurus Kormi lainnya, apakah mereka bisa menghadirkan baik itu gasing maupun sumpitan,” katanya.
Menurutnya, keikutsertaan Kormi di Festival Yupa bukan hanya sebatas hiburan, tetapi juga bagian dari strategi untuk memasyarakatkan olahraga tradisional.
“Terobosan kita memang secara parsial ini. Ada pedoman kita untuk memasyarakatkan olahraga ini bahwa setiap Kormi setiap tingkatan itu bagaimana bisa mensosialisasikan Kormi,” tegasnya.
Festival Yupa dinilai menjadi ajang yang tepat untuk memperkenalkan keragaman olahraga tradisional kepada generasi muda. Kormi ingin masyarakat melihat bahwa olahraga budaya dapat dikemas secara menarik dan kompetitif.
Lukman berharap kehadiran Kormi dapat menambah daya tarik festival yang menjadi ikon sejarah di Muara Kaman.
“Kalau hari ini kita tampilkan senam, enggrang, lari balok, gasing dan sumpitan, itu bukan sekadar tontonan tapi pesan bahwa olahraga tradisional hidup dan berkembang,” ujarnya.
Ia memastikan Kormi Kukar akan terus mendukung pelestarian olahraga tradisional melalui berbagai event budaya dan olahraga daerah.
“Kami ingin olahraga tradisional terus menempel dalam kehidupan masyarakat. Tidak boleh hilang oleh zaman,” tutupnya.(adv/zy)