Kormi Kukar Pastikan Olahraga Masyarakat Terbuka untuk Semua Kalangan

BERITAMUARA.COM – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan bahwa seluruh masyarakat dapat bergabung dalam kegiatan olahraga kesehatan dan kebugaran tanpa syarat administrasi yang berbelit.

Ketua Kormi Kukar, Lukman menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, yang kebingungan mengenai cara bergabung ke dalam kelompok senam atau komunitas olahraga di bawah naungan Kormi.

Sebagian warga menanyakan apakah harus terdaftar secara resmi atau datang begitu saja ke lokasi kegiatan olahraga.

“Mungkin pertanyaannya bagaimana agar orang-orang tua ini bisa masuk dalam kumpulan, apakah tinggal hadir begitu saja, atau ada administrasi tertentu,” ujar Lukman pada Selasa (25/11/2025)

Ia menjelaskan bahwa persoalan administrasi sering menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Iya, sebenarnya ketika bicara masalah administratif itu memang kadang-kadang kita di Kormi itu kewalahan. Kewalahan itu apa, Pak gimana ke arah kami masuk? Sebenarnya secara administratif itu tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, pola keanggotaan dalam Kormi bertumpu pada Inorga (Induk Organisasi Olahraga) di bawah naungan Kormi. Masyarakat cukup melakukan koordinasi dengan Inorga yang sesuai dengan jenis olahraga yang diminati.

“Makanya kita minta kepada inorga-inorga tadi, misalkan jantung sehat, Perwatusi, ASKI, ILGI, sampai pemandu sorak. Silakan lakukan koordinasi ke masing-masing Inorga,” jelas Lukman.

Kormi sendiri berfungsi sebagai lembaga yang menaungi seluruh Inorga yang berada di bawahnya. Karena itu, kegiatan olahraga masyarakat dikelola melalui berbagai komunitas dan kelompok olahraga.

“Itu semacam komunitas gitu ya, jadi masyarakat tinggal masuk gitu,” tuturnya.

Meski begitu, Lukman menegaskan bahwa tidak semua komunitas otomatis berstatus Inorga. Ia mencontohkan lomba ces ketinting mini yang beberapa kali digelar dalam festival olahraga masyarakat. .

“Itu memang berada di bawah naungan Kormi. Tapi bentuknya apa? Masih komunitas. Kenapa komunitas? Karena di Kormi itu Inorga-nya harus berada di pusat,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa keberadaan Inorga mengikuti struktur berjenjang dari pusat hingga kabupaten. Jika sebuah jenis olahraga sudah menjadi Inorga nasional, maka idealnya terbentuk juga di provinsi hingga kabupaten.

“Kalau secara Inorga secara nasional, kita itu hampir 90 lebih Inorga. Dari 90 nasional itu hanya 58 Inorga yang terbentuk di Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Dari total 58 Inorga yang ada di provinsi, hanya 32 yang sejauh ini sudah terbentuk di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kormi Kukar terus mendorong pembentukan Inorga lainnya agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan olahraga berbasis kesehatan, rekreasi, dan petualangan.

Dengan struktur keolahragaan yang semakin kuat, Lukman berharap masyarakat tidak ragu lagi untuk terlibat.

“Tujuan kita sederhana, olahraga masyarakat harus membudaya dan menjangkau semua usia. Yang penting datang, ikut, dan bergerak bersama,” tutupnya. (adv/zy)