BERITAMUARA.COM — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat ruang pengembangan usaha bagi generasi muda melalui Klinik Wira Usaha Pemuda Mandiri (WPM).
Kabid Kepemudaan dan Olahraga Dispora Kukar, Derry Wardhana, menyampaikan bahwa proses pendaftaran dan keikutsertaan pemuda di program ini dibuat semudah mungkin.
Menurut Derry, pemuda yang baru memulai perjalanan di dunia bisnis cukup mengikuti kegiatan peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang rutin digelar Dispora.
“Yang pertama itu pasti kami sering mengadakan peningkatan SDM secara khusus, teman-teman bisa bergabung di situ dulu,” ujarnya pada Jumat (21/11/2025)
Setelah mengikuti pelatihan dasar, peserta biasanya akan bertemu dengan pemuda dari kecamatan lain untuk melakukan diskusi bersama.
Melalui sesi ini, kata Derry, pihaknya dapat menilai kemampuan dan kesiapan peserta dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Derry menyebut bahwa kegiatan sharing usaha menjadi tahap penting untuk melihat potensi peserta.
“Di situ baru kami melihat apakah teman-teman itu mampu untuk menjalankan sebuah bisnis dan sebagainya,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa mereka menyediakan fasilitas melalui sentra kewirausahaan sebagai dukungan tahap lanjutan.
Melalui fasilitas tersebut, peserta yang dianggap siap berbisnis akan mendapatkan bantuan berupa perlengkapan penunjang usaha.
“Sebagai bentuk dukungan lanjutan, kami sudah menyiapkan fasilitas melalui sentra kewirausahaan. Di sana, peserta yang dinilai siap menjalankan bisnis akan kami bantu dengan alat-alat penunjang usaha.”ujar Derry.
Klinik WPM tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pendampingan dan fasilitasi usaha. Pola ini dianggap efektif karena pemuda bisa memahami kebutuhan pasar sekaligus mendapatkan dukungan teknis.
Dispora Kukar menyampaikan bahwa kemudahan pendaftaran serta metode pengembangan yang dilakukan secara bertahap diharapkan dapat meningkatkan jumlah pemuda yang mampu memulai dan mempertahankan usaha.
Program tersebut juga dikatakan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan wirausaha muda yang kompetitif.
“Dengan pendaftaran yang mudah, kami berharap makin banyak pemuda yang bisa memulai dan mempertahankan usaha,”tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa cakupan program Klinik WPM akan terus diperluas menyesuaikan meningkatnya minat pemuda dalam berwirausaha.
“Program Klinik WPM akan terus kami perluas seiring meningkatnya minat pemuda terhadap dunia usaha,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh agar pelaku wirausaha muda mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal di masa mendatang.
“Kamu memberi dukungan penuh agar wirausaha muda bisa menjadi penggerak ekonomi lokal ke depan.”tutupnya. (adv/zy)