Dispora Kukar Miliki 2.500 Database Wirausaha Muda: Fondasi Ekosistem UMKM yang Terus Bertumbuh

BERITAMUARA.COM – Upaya memperkuat ekosistem UMKM di Kutai Kartanegara mendapat dukungan serius dari Dinas Kemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar.

Salah satu pondasi pentingnya adalah keberadaan data terstruktur wirausaha muda yang telah dibangun sejak 2020.

Kepala Bidang Kepemudaan, Derry Wardhana mengungkapkan bahwa hingga 2025 pihaknya telah menghimpun sekitar 2.500 wirausaha muda melalui program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM).

“Dari tahun 2020 sampai 2025, kita sudah mengumpulkan sekitar 2.500 pelaku usaha muda yang baru tumbuh dan selama ini bergabung dengan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri,” jelas Derry, Kamis (20/11/2025).

Data tersebut tidak hanya dipakai sebagai catatan administratif, tetapi juga menjadi dasar untuk menyusun program pembinaan yang tepat sasaran.

Dengan jumlah yang terus bertambah, Dispora memiliki gambaran jelas mengenai potensi, perkembangan, serta kebutuhan pelaku usaha muda Kukar.

Ini sekaligus menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap dunia usaha semakin meningkat. Mereka datang dari berbagai bidang, terutama kuliner, fesyen, dan industri kreatif.

Menariknya, Dispora Kukar sejak awal membangun pola pembinaan yang tidak membuat pelaku usaha bergantung pada pemerintah.

Derry menegaskan bahwa kemandirian adalah prinsip utama yang mereka tanamkan.

“Dibilang mandiri insyaallah mandiri ya, karena selama ini kami juga tidak pernah memberikan sesuatu yang berlebihan kepada mereka. Mereka selalu kami berikan keleluasaan untuk berinovasi,” ungkap Derry.

Ia mengungkapkan bahwa pendekatan tersebut terbukti efektif. Banyak pelaku usaha muda yang kini mampu mengembangkan bisnis mereka tanpa bergantung pada bantuan langsung pemerintah.

Mereka belajar beradaptasi dengan pasar, memperbaiki produk, dan mengatur strategi pemasaran secara mandiri.

Selama proses pendampingan, para pelaku usaha muda terus menunjukkan perkembangan. Menurut Derry, peningkatan signifikan terlihat pada tiga aspek.

Pertama, inovasi produk pelaku UMKM semakin berani mengembangkan varian rasa, konsep baru, hingga diferensiasi produk untuk menarik pasar.

Kedua, perbaikan tampilan kemasan kini jauh lebih menarik dan kompetitif, mencerminkan kemajuan standar UMKM lokal.

Ketiga, kemampuan menjual dan komunikasi mereka tampil lebih percaya diri, terutama setelah mengikuti pelatihan public speaking dari berbagai dinas seperti Pariwisata serta Koperasi dan UMKM.

“Sekarang cara komunikasi teman-teman sudah mulai bagus. Banyak pelatihan yang diberikan perangkat daerah, seperti dinas pariwisata, dinas koperasi, UMKM, termasuk cara public speaking. Itu jadi bekal untuk show up ke depan,” ujar Derry.

Derry menekankan bahwa Dispora Kukar tidak hanya membina usaha, tetapi juga membangun mentalitas pengusaha.

Dengan fondasi 2.500 wirausaha muda yang terdokumentasi, Kukar kini memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi pelaku ekonomi kreatif yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kemajuan yang terlihat hari ini adalah bukti bahwa wirausaha muda Kukar punya potensi besar untuk terus berkembang,” pungkasnya. (adv/zy)