BERITAMUARA.COM — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui penerapan sistem digital dalam kegiatan kepramukaan.
Langkah inovatif ini diwujudkan lewat peluncuran aplikasi penilaian Kwartir Ranting (Kwaran) Tergiat, yang dirancang untuk menilai kinerja kepramukaan di tingkat kecamatan secara lebih cepat, efisien, dan transparan.
Kabid Kepramukaan Dispora Kukar, Novan Solihin, menjelaskan bahwa sistem ini sudah mulai digunakan sejak tahun lalu dan menggantikan metode penilaian manual yang selama ini dilakukan.
“Kalau dulu semua berkas dikumpulkan manual, sekarang cukup diunggah lewat aplikasi. Prosesnya jauh lebih praktis dan transparan,” kata Novan, Kamis (13/11/2025).
Dalam aplikasi tersebut, setiap kwartir ranting dapat mengunggah berbagai dokumen kegiatan, mulai dari laporan pelatihan, perkemahan, lomba, hingga bakti sosial.
Semua dokumen wajib dilegalkan dengan tanda tangan serta stempel ketua kwartir sebagai bukti keabsahan.
“Yang penting dokumennya sah, karena itu dasar utama penilaian,” tegasnya.
Dengan sistem digital ini, proses penilaian menjadi lebih objektif karena skor akan muncul secara otomatis berdasarkan data yang diunggah. Kwaran yang aktif dan tertib administrasi memiliki peluang besar untuk meraih predikat Kwaran Tergiat.
“Nilainya muncul langsung di sistem. Jadi penilaiannya lebih adil, tanpa intervensi,” ujar Novan.
Dispora Kukar bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) melakukan penilaian secara berkala setiap tahun.
Tiga kwaran dengan nilai tertinggi akan mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan yang bisa mencapai lima juta rupiah atau lebih, untuk mendukung kegiatan kepramukaan di wilayah masing-masing.
“Dana pembinaan ini bisa digunakan kembali untuk kegiatan pelatihan atau perkemahan di kwaran tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, Novan mengakui masih ada beberapa kwartir ranting yang belum terbiasa dengan sistem administrasi digital.
Oleh karena itu, Dispora Kukar aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan agar seluruh kwaran dapat menyesuaikan diri dengan sistem baru ini.
“Kita dorong mereka agar semua kegiatan terdokumentasi dengan baik. Laporan, foto, dan bukti kegiatan harus diarsipkan dan diunggah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penerapan aplikasi ini merupakan langkah maju dalam tata kelola organisasi Pramuka di Kukar.
Selain mempercepat proses penilaian, sistem ini juga menumbuhkan budaya tertib administrasi dan akuntabilitas di kalangan pengurus.
“Kami ingin Pramuka di Kukar bukan hanya aktif di lapangan, tapi juga rapi dalam manajemen dan pelaporan,” ujarnya.
Novan berharap sistem penilaian digital ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam modernisasi administrasi kepramukaan.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan untuk memastikan kinerja Pramuka diukur secara objektif dan adil.
“Era sekarang serba digital, jadi Pramuka juga harus menyesuaikan. Dengan sistem ini, kerja mereka lebih terukur dan apresiasinya lebih transparan,” pungkasnya. (adv/zy)