BERITAMUARA.COM — Di tengah tantangan ketahanan pangan dan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) justru memilih untuk mengambil langkah nyata.
Dengan semangat swadaya dan gotong royong, mereka membangun peternakan ayam petelur dari hasil iuran anggota tanpa bantuan pemerintah.
Ketua KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, menyebutkan bahwa langkah kecil ini merupakan bentuk keseriusan pemuda untuk ikut menjaga kemandirian pangan di daerah.
Dengan modal patungan, para anggota KNPI kini telah memelihara sekitar 150 ekor ayam petelur.
Dari hasil telur yang dikumpulkan, mereka menjualnya dengan harga sekitar Rp50.000 per piring. Seluruh keuntungan kemudian diputar kembali untuk membeli pakan, vitamin, serta biaya perawatan kandang dan ayam.
“Sekarang ini kami ada sekitar 150 ekor, hasil iuran teman-teman semua. Telurnya kita kumpul dalam baskom, satu piring itu sekitar Rp50 ribuan. Keuntungannya kami putar lagi untuk beli pakan, vitamin, dan untuk biaya kandang,” jelas Rian, Selasa (11/11/2025).
Rian mengatakan, memulai usaha peternakan dari nol tidaklah mudah. Tantangan terbesar justru muncul pada tahap awal ketika mereka harus menyesuaikan diri dengan pola perawatan ternak dan pembagian tanggung jawab antaranggota.
Namun, ia optimistis bahwa tantangan itu justru menjadi bagian penting dari proses belajar.
“Awal-awalnya memang berat karena kami baru memulai. Tapi kalau sudah terbiasa, saya yakin akan terasa ringan. Yang penting sekarang dimulai dulu. Karena kalau tidak dimulai, kapan lagi anak muda Kukar konsen di bidang peternakan?” tegasnya.
Rian menekankan bahwa inisiatif peternakan ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan gerakan moral dan sosial.
Bagi KNPI Kukar, isu ketahanan pangan harus dilihat sebagai tanggung jawab kolektif, bukan hanya urusan pemerintah.
“Bagaimana bangsa ini mau besar, bagaimana Kutai Kartanegara mau besar, kalau kita lemah di ketahanan pangan? Ini kebutuhan dasar bagi masyarakat, dan anak muda harus terlibat di dalamnya,” katanya.
Menurutnya, pemuda harus mulai menggeser pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta peluang di sektor yang justru menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Pertanian dan peternakan, lanjut dia, bukan lagi pekerjaan yang dianggap kotor atau rendah gengsi, melainkan bidang strategis yang menentukan masa depan daerah.
Rian berharap langkah yang dilakukan KNPI Kukar bisa menjadi inspirasi bagi pemuda di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.
Ia meyakini bahwa banyak anak muda Kukar sebenarnya sudah sukses di sektor pertanian dan peternakan, hanya perlu wadah dan dorongan untuk terus berkembang.
“Saya yakin anak-anak muda Kukar di beberapa tempat sudah berhasil di bidang pertanian dan peternakan. Kami di KNPI ingin menjadi bagian dari gerakan itu, membuktikan bahwa pemuda bisa produktif dan mandiri,” tutupnya. (adv/zy)