BERITAMUARA.COM – Camat Samboja Barat, Burhanuddin menyampaikan bahwa sektor pendidikan dan pertanian di wilayahnya masih menghadapi sejumlah kendala yang memerlukan perhatian dari pemerintah daerah.
Di bidang pendidikan, meskipun aktivitas sekolah berjalan normal, masih ada beberapa sekolah yang belum tersentuh pembangunan fisik.
“Ada SD yang jumlah siswanya banyak, tapi ruang kelasnya tidak cukup. Akhirnya sebagian harus masuk siang,” ujar Burhanuddin saat diwawancarai, Kamis (14/8/2025).
Ia menambahkan bahwa SD 035 di Kilo 50 menjadi satu-satunya sekolah yang dibangun tahun ini.
Namun, kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah lain masih mendesak, terutama untuk renovasi dan pembangunan ruang belajar baru.
Ia berharap kepada Dinas Pendidikan Kukar agar segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut.
“Kami paham mungkin karena antrean panjang, tapi mudah-mudahan tahun depan bisa direalisasikan,” harapnya.
Sementara di sektor pertanian, lahan yang tersedia di Samboja Barat sangat terbatas, hanya sekitar 55 hektar.
Banyak lahan yang kini beralih fungsi menjadi permukiman sehingga sulit dikembangkan sebagai lahan produktif.
“Selain terbatas, sumber air juga susah, sehingga biaya operasional pertanian tinggi. Banyak lahan yang tidak digarap dan malah dikapling,” jelasnya.
Namun demikian, sektor perkebunan dan hortikultura masih berkembang, terutama sayuran hidroponik yang dipusatkan di Kelurahan Bukit Merdeka.
“Kami menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan sayuran hidroponik ke Balikpapan,” katanya.
Burhanuddin juga menegaskan bahwa meski sektor pertanian tidak mendapatkan subsidi sebanyak sektor lain, para petani tetap berusaha menjaga produktivitas, terutama dalam budidaya sayuran dan perkebunan karet serta sawit. (adv/zy)