Kukar Perkuat SDM Pertanian Lewat Sekolah Pemberdayaan Rakyat

BERITAMUARA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sektor pertanian secara menyeluruh.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kerja sama dengan Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI) dalam meluncurkan Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR), Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, dalam sambutannya pada Jumat (17/7/2025)

Sunggono menyampaikan apresiasi kepada Yayasan KBBI atas inisiatif dan dukungan terhadap penguatan kelembagaan lokal serta peningkatan sumber daya manusia.

“Program ini sejalan dengan arah percepatan pembangunan pertanian Kukar dalam arti luas,” ujar Sunggono.

Menurutnya SPR bukan sekadar pelatihan biasa. Program ini menjadi tindak lanjut dari MoU antara Pemkab Kukar dan Yayasan KBBI yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Bupati Kukar dan Ketua Yayasan KBBI.

Melalui program ini, diharapkan lahir generasi muda tangguh di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang mampu menjadi agen perubahan di tingkat desa.

“Program SPR hasil dari MoU Pemkab Kukar dan Yayasan KBBI. Tujuannya mencetak generasi muda tangguh di pertanian, peternakan, dan perikanan untuk jadi agen perubahan di desa,” ujar Sunggono.

Sunggono menekankan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama dalam transformasi ekonomi Kukar, dari ketergantungan pada sumber daya alam tidak terbarukan menuju pengembangan sektor ekonomi berbasis sumber daya terbarukan seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Sektor pertanian jadi pilar utama dalam upaya transformasi ekonomi Kukar. Tujuannya untuk mengalihkan fokus dari sumber daya alam tidak terbarukan ke sektor ekonomi berbasis terbarukan seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif,”ucapnya.

Menurut data BPS Kalimantan Timur tahun 2024, luas panen padi Kukar mencapai 26.744,87 hektar atau hampir 47% dari total panen padi se-Kalimantan Timur.

Dengan produksi gabah kering giling sebesar 115,10 ribu ton, Kukar menyumbang lebih dari separuh kebutuhan beras provinsi ini.

Menurut Sunggono potensi Kukar akan semakin strategis dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sekitar 4-5 juta penduduk diprediksi akan bermukim di kawasan IKN, membuka peluang besar sekaligus tantangan dalam menjamin ketahanan pangan wilayah tersebut, di mana Kukar akan menjadi penyangga utama.

“Kukar makin strategis dengan IKN. Kukar jadi penyangga utama IKN buat ketahanan pangan,” kata dia.

Ia berpesan SPR mampu menjawab tantangan regenerasi petani yang kian menua.

Saat ini, mayoritas petani dan nelayan berusia di atas 50 tahun.

Diperlukan pendekatan modern dan insentif agar anak muda tertarik kembali ke sektor pertanian. Di sinilah SPR memainkan peran penting.

“Semoga SPR bisa jadi solusi buat tantangan regenerasi petani yang makin menua. Mayoritas petani dan nelayan sekarang di atas 50 tahun. Butuh pendekatan modern dan insentif biar anak muda balik ke pertanian. SPR mainin peran penting di sini,” kata dia.

Sebanyak 27 peserta terpilih mengikuti program ini selama 6 bulan.

Mereka akan digembleng agar memiliki kapasitas profesional serta mampu mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan.

Pemkab Kukar berharap program ini dapat direplikasi ke desa-desa lain di masa mendatang, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa secara merata.

“Pemkab Kukar pilih 27 peserta buat program 6 bulan. Tujuannya biar mereka punya kapasitas profesional dan bisa kembangin usaha pertanian berkelanjutan. Harapannya program ini bisa ditiru di desa-desa lain buat dorong ekonomi desa merata.”pungkasnya. (adv/zy)