{"version":"1.0","provider_name":"BERITA MUARA","provider_url":"https:\/\/beritamuara.com","title":"Esther Veronika: Dari Tabang ke Panggung Kalimantan Timur","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"g88pqhZCfg\"><a href=\"https:\/\/beritamuara.com\/esther-veronika-dari-tabang-ke-panggung-kalimantan-timur\/\">Esther Veronika: Dari Tabang ke Panggung Kalimantan Timur<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/beritamuara.com\/esther-veronika-dari-tabang-ke-panggung-kalimantan-timur\/embed\/#?secret=g88pqhZCfg\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Esther Veronika: Dari Tabang ke Panggung Kalimantan Timur&#8221; &#8212; BERITA MUARA\" data-secret=\"g88pqhZCfg\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/beritamuara.com\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>\n","thumbnail_url":"https:\/\/beritamuara.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251006-WA0002.jpg","thumbnail_width":900,"thumbnail_height":637,"description":"BERITAMUARA.COM \u2014 Malam grand final Pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2025 menjadi momen yang tak akan terlupakan bagi Esther Veronika. Gadis muda berusia 18 tahun asal Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), itu dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2025. \u201cBangga sekali,\u201d ujarnya membuka percakapan dengan senyum lebar. \u201cSaya dipercayakan memegang gelar ini, dan itu artinya tanggung jawab besar untuk membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Kalimantan Timur.\u201d Dari Dara Kukar ke Panggung Provinsi Perjalanan Esther menuju panggung kehormatan ini dimulai pada 2024 saat ia terpilih sebagai Putri Pariwisata Kutai Kartanegara dalam ajang Taruna Dara Kukar. Dari situ, langkahnya berlanjut ke tingkat provinsi. \u201cSaya ikut karantina, seleksi, dan pelatihan selama dua minggu. Dari sana saya banyak belajar, bukan hanya tentang pariwisata tapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,\u201d jelasnya. Esther mengakui, sejak kecil dirinya sudah dekat dengan dunia seni dan budaya. \u201cSejak kelas 4 SD saya sudah menari dan bermain musik. Saya percaya seni adalah pintu untuk memahami dan mencintai budaya sendiri,\u201d tuturnya. Membangun dari Desa Salah satu program nyata yang telah ia rintis sejak di tingkat kabupaten adalah pengembangan destinasi wisata Air Terjun Gongpeo River di Tabang. \u201cItu program kerja saya sebagai duta wisata Kukar. Wisata alam yang sederhana tapi indah. Kami sediakan fasilitas seperti gazebo, toilet, dan area istirahat. Tujuannya agar masyarakat lokal juga bisa merasakan dampak ekonominya,\u201d kata Esther penuh semangat. Program itu pula yang akan ia lanjutkan di tingkat provinsi. \u201cSaya ingin Gongpeo River menjadi contoh wisata berbasis masyarakat dan alam yang berkelanjutan,\u201d ucapnya. Tantangan, Doa, dan Keyakinan Di balik kemenangan, Esther mengaku perjuangannya tidak mudah. \u201cTantangan terberat waktu karantina adalah menjaga kondisi fisik. Jadwal padat, waktu singkat, tapi saya harus tampil maksimal,\u201d katanya. Ia sempat merasa down karena keterbatasan persiapan, tapi dukungan dari keluarga dan doa membuatnya bertahan. \u201cSaya percaya tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa. Semua yang saya capai karena berkat dan doa orang tua saya,\u201d ungkapnya haru. Inspirasi dan Pesan untuk Anak Muda Esther tak lupa menyebut sosok yang menginspirasinya, Rinanda, Putri Pariwisata Indonesia Pendidikan 2025, serta ibunya sendiri. \u201cIbu saya wanita tangguh yang berani keluar dari zona nyaman. Dari beliau saya belajar untuk tidak menyerah,\u201d katanya. Bagi Esther, menjadi duta wisata bukan hanya soal mahkota dan gelar. \u201cIni tentang tanggung jawab. Kita harus menjadi edukator, promotor, dan inisiator. Saya ingin mengajak anak muda Kukar agar peduli dengan alam dan budaya. Sekecil apapun kontribusi, itu berarti,\u201d pesannya. Esther juga berencana memanfaatkan media digital untuk mempromosikan pariwisata daerah. \u201cKarena 85 persen masyarakat Kaltim aktif di media sosial, promosi digital jadi cara efektif mengenalkan wisata kita,\u201d jelasnya. Kukar di Mata Esther Saat diminta menggambarkan daerah asalnya dengan satu kata, Esther menjawab tegas: \u201cKukar itu keren.\u201d Ia menambahkan, \u201cKukar punya alam indah, budaya kuat, dan orang-orang hebat. Saya ingin dunia tahu itu.\u201d Dengan semangat mudanya, Esther Veronika kini melangkah membawa nama Kaltim ke panggung nasional. \u201cPerjalanan ini baru dimulai. Saya akan terus belajar, berproses, dan berkontribusi. Karena pariwisata bukan sekadar tempat indah, tapi tentang manusia, alam, dan masa depan,\u201d pungkasnya. (rs)"}