{"version":"1.0","provider_name":"BERITA MUARA","provider_url":"https:\/\/beritamuara.com","title":"Beseprah Masuk WBTB, Ketua DPRD Kukar: Sangat Luar Biasa","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"YruDuYlgL3\"><a href=\"https:\/\/beritamuara.com\/beseprah-masuk-wbtb-ketua-dprd-kukar-sangat-luar-biasa\/\">Beseprah Masuk WBTB, Ketua DPRD Kukar: Sangat Luar Biasa<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/beritamuara.com\/beseprah-masuk-wbtb-ketua-dprd-kukar-sangat-luar-biasa\/embed\/#?secret=YruDuYlgL3\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Beseprah Masuk WBTB, Ketua DPRD Kukar: Sangat Luar Biasa&#8221; &#8212; BERITA MUARA\" data-secret=\"YruDuYlgL3\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/\/# sourceURL=https:\/\/beritamuara.com\/wp-includes\/js\/wp-embed.min.js\n<\/script>\n","thumbnail_url":"https:\/\/beritamuara.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261005-WA0004.jpg","thumbnail_width":957,"thumbnail_height":720,"description":"BERITAMUARA.COM \u2013 Masuknya tradisi Beseprah sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) menambah deretan tradisi Kutai yang telah diakui secara nasional. Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani bahwa menilai pengakuan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan tradisi makan bersama masyarakat Kutai terus hidup dan tidak berhenti sebagai bagian dari rangkaian Erau. Menurut Ahmad Yani, Beseprah memiliki nilai budaya yang perlu dijaga melalui pelaksanaan secara berkelanjutan. Ia berharap keberadaan Beseprah sebagai warisan budaya dapat mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghadirkannya dalam berbagai kesempatan. \u201cYa, ini luar biasa. Kita kan pastikan ini setiap tahun, setiap saat bisa dilaksanakan,\u201d kata Ahmad Yani, Kamis (24\/9\/2026). Ahmad Yani berpandangan, Beseprah tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai tradisi yang muncul ketika pelaksanaan Erau. Menurutnya, terdapat peluang untuk mengembangkan tradisi tersebut melalui kreativitas masyarakat dan pemerintah daerah. Ia membuka kemungkinan Beseprah dilaksanakan di luar kegiatan Erau, sehingga keberadaannya dapat semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. \u201cBukan berarti dalam kegiatan Erau saja, tetapi kan siapa tahu nanti kreativitas daerah bisa juga melakukan beseprah di luar daripada kegiatan Erau,\u201d ujarnya. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya menurutnya tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan satu momentum tahunan. Tradisi justru akan semakin kuat apabila memiliki ruang untuk dipraktikkan dan diwariskan dalam kehidupan masyarakat. Bagi Ahmad Yani, status sebagai WBTB juga menjadi pengingat bahwa Beseprah merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu dipelihara secara bersama-sama. Ia menyebut Beseprah sebagai bagian dari warisan budaya yang berkaitan erat dengan Erau. Karena itu, keberadaannya perlu dijaga agar tetap dikenal dan dipraktikkan oleh generasi berikutnya. \u201cArtinya kan ini budaya, warisan budaya, warisan Erau yang kira-kira memang kita pelihara terus,\u201d tuturnya. Menurutnya, semakin sering Beseprah dilaksanakan, semakin besar pula peluang tradisi tersebut untuk tetap hidup di tengah perubahan zaman. Pelaksanaannya pun tidak harus selalu menunggu agenda besar kebudayaan. Ahmad Yani bahkan mendorong agar frekuensi pelaksanaan Beseprah dapat diperbanyak. Dengan demikian, Beseprah tidak hanya menjadi simbol kebudayaan saat Erau berlangsung, tetapi dapat berkembang menjadi tradisi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. \u201cDan kalau perlu jangan hanya setahun sekali, kalau perlu dua bulan sekali gitu ya,\u201d pungkasnya. (adv\/Ptr)"}